Jusuf Kalla: Smelter Nikel untuk Produksi Material Baterai Kendaraan Listrik Beroperasi Tahun Ini

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 23 April 2024 | 14:03 WIB
Jusuf Kalla: Smelter Nikel untuk Produksi Material Baterai Kendaraan Listrik Beroperasi Tahun Ini
Jusuf Kalla mengatakan smelter nikel PT BMS, salah satu unit usaha kelompok bisnis Kalla Group, akan memproduksi material baterai kendaraan listrik akhir tahun 2024 ini. [Suara.com/Rakha]

Suara.com - Konglomerat Jusuf Kalla mengatakan smelter nikel sulfat, yang akan memproduksi material untuk baterai kendaraan listrik, akan mulai beroperasi akhir tahun 2024 ini,

Hal ini disampaikan JK, yang juga mantan wakil presiden itu, saat memantau pengoperasian smelter nikel milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Luwu, Sulsel pada Senin malam (22/4/2024).

PT BMS sendiri merupakan perusahaan yang berada di bawah atau milik Kalla Group, kelompok usaha milik keluarga Jusuf Kalla dan disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia bagian timur.

JK mengungkapkan PT. BMS saat ini telah membangun smelter nikel ke dua dan smelter tersebut akan memproduksi nikel sulfat bahan baku pembuatan baterai mobil listrik progresnya sudah 40 persen, diperkirakan mulai operasi secara normal pada akhir tahun 2024.

Tidak hanya itu, BMS juga disebutnya akan membangun smelter ketiga dan keempat dalam dua tahun mendatang. Belum diketahui, produk apa yang dihasilkan oleh fasilitas ketiga serta keempat tersebut.

Adapun smelter pertama PT BMS, yang dibangun selama 5 tahun, sudah berproduksi meski akan diresmikan pada Agustus mendatang. Fasilitas ini menghasilkan feronikel yang merupakan bahan baku baja.

“Ini dibangun lima tahun terakhir dan hasilnya kita lihat sudah mulai berproduksi,” kata JK dilansir dari Antara.

JK menyebutkan target produksi pabrik 1 sebesar 33.000 hingga 36.000 ton per tahun. Selain itu, smelter tersebut juga mempekerjakan 1500 tenaga kerja lokal dan sejumlah kecil pekerja dari luar negeri, termasuk China.

“Ini membanggakan karena perusahaan ini menggunakan tenaga kerja dalam negeri. Bahkan 80 persen itu berasal dari putra daerah Luwu dan sekitarnya. Sedangkan 20 persen berasal dari beberapa daerah termasuk Jawa,” kata JK.

Baca Juga: Kasus Timah, Kejagung Sita Empat Smelter dan 54 Alat Berat di Bangka Belitung

Ia menyatakan hasil produksi dari PT BMS cukup baik dan bersih. Pasalnya, Smelter tersebut menggunakan pembangkit energi hidro (energy hydro power).

Smelter yang terletak di Kecamatan Bua tersebut satu dari dua Smelter di Sulawesi Selatan yang menggunakan hydro power. JK mengeklaim nikel hasil produksi PT BMS kelak bisa diterima oleh pasar Eropa serta Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI