Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

Bangun Santoso

Rabu, 29 April 2026 | 14:57 WIB
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
  • Mahfud MD mengecam penyebaran potongan video ceramah Jusuf Kalla di UGM yang memicu narasi keliru terkait kerukunan beragama.
  • Mahfud menegaskan bahwa pesan asli Jusuf Kalla bertujuan mencegah konflik masa lalu agar tidak terulang kembali di masyarakat.
  • Mahfud mendukung langkah hukum tim Jusuf Kalla terhadap penyebar video sebagai upaya memberikan efek jera bagi publik.

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menanggapi kontroversi potongan video ceramah Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang viral di media sosial kala itu.

Ia menilai tindakan penyebaran video yang dipotong tersebut merupakan bentuk kebebasan politik yang sudah melampaui batas dan sangat berbahaya bagi kerukunan umat beragama.

Mahfud, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian acara Ramadan public lecture di UGM tersebut, menegaskan bahwa narasi yang dibangun dalam potongan video tersebut berbanding terbalik dengan pesan asli yang disampaikan JK.

"Saya tahu dan saya mengikuti yang dikatakan Pak jk itu justru dia pada waktu menyerukan agar umat beragama itu tidak mencari dalil agamanya untuk saling membunuh. Kata Jusuf Kalla harus damai. Kan itu maksudnya," ujar Mahfud dalam kanal Youtube Mahfud MD Official, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, dalam ceramah tersebut JK sebenarnya sedang memberikan peringatan agar konflik masa lalu, seperti yang terjadi di Poso, tidak terulang kembali.

Saat itu, ada pemahaman keliru di mana kelompok yang bertikai merasa tindakan membunuh orang lain adalah jalan menuju syahid atau pahala.

Namun, video yang beredar justru dipotong seolah-olah JK membenarkan tindakan tersebut.

Mahfud pun menggunakan istilah 'mutilasi berita' untuk menggambarkan fenomena ini.

"Anda boleh berbeda lah pilihan politik lah silahkan, tapi lalu membalik-balik atau istilah saya memutilasilah, memutilasi berita yang sebenarnya berbicara begini lalu dipotong ini konteksnya. Padahal semua orang tahu dan sekarang orang mau dengarkan pun kan masih ada di channel YouTube-nya UGM," tegasnya.

Mahfud memperingatkan bahwa memutarbalikkan pesan yang berkaitan dengan agama sangatlah berisiko.

Sebab, agama berkaitan dengan keyakinan hati yang seringkali tidak lagi menggunakan logika, sehingga mudah memicu konflik horizontal.

"Agama itu urusan keyakinan bukan urusan logika. Oleh sebab itu, karena ada di hati, ketika keyakinan ini tersentuh orang mau melakukan apa saja," jelasnya.

Dukung Laporan Hukum Tim JK

Mengenai langkah tim JK yang melaporkan pengunggah dan pemberi komentar bermuatan hasutan ke pihak kepolisian, Mahfud menilai langkah tersebut sudah tepat dan wajar.

Hal ini diperlukan agar memberikan efek jera dan edukasi bagi pengguna media sosial.

"Menurut saya laporan itu wajar bisa dimaklumi dan menurut saya memang harus di diselidiki ya. Karena apa? Karena yang begini ini berbahaya. Hanya gimana ya kepentingan politik yang sangat sempit gitu untuk memojokkan orang yang sudah pastilah semua orang tahu Pak JK begitu gitu kok masih tega-teganya gitu mengatakan yang seperti itu," katanya.

Mahfud pun berharap kepolisian mendalami kasus ini agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan konten di media sosial.

"Ada cara-cara yang lebih halus tuh biasanya kalau memposting atau memberitakan tu pakai clickbait saja kan. Kalau ini mutilasi berita dipotong, lalu dia dipotong konteksnya, lalu dipetik masalah-masalah yang sangat sensitif untuk dibenturkan," ujarnya. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie

Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie

Video | Rabu, 29 April 2026 | 14:35 WIB

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:33 WIB

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:57 WIB

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

UGM Tegaskan Dosen Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Bukan Representasi Kampus

UGM Tegaskan Dosen Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Bukan Representasi Kampus

Video | Rabu, 29 April 2026 | 11:00 WIB

Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!

Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:04 WIB

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

News | Senin, 27 April 2026 | 19:58 WIB

Terkini

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB