KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 27 April 2026 | 19:13 WIB
KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba
Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ahmad Doli Kurnia. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Koordinator KAHMI Ahmad Doli Kurnia meminta pelapor menghentikan proses hukum dugaan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (27/4/2026).
  • Tokoh lintas agama menyatakan pernyataan Jusuf Kalla tidak mengandung unsur penistaan sehingga kasus tersebut dinilai tidak perlu dilanjutkan.
  • Doli mengimbau masyarakat mengalihkan fokus untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi berbagai krisis global seperti ekonomi, pangan, dan energi.

Suara.com - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ahmad Doli Kurnia, meminta pihak-pihak yang melaporkan Jusuf Kalla (JK) terkait dugaan penistaan agama untuk mempertimbangkan kembali dan tidak meneruskan laporannya ke ranah hukum.

Hal itu ditegaskan Doli usai jajaran Majelis Nasional KAHMI bertemu dengan Jusuf Kalla, yang juga merupakan Ketua Dewan Etik MN KAHMI, di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Doli menilai situasi saat ini mulai meresahkan karena adanya indikasi upaya memecah belah antarumat beragama.

"Kami sebetulnya melihat situasi terakhir ini agak meresahkan, karena sudah melebar ke mana-mana dan ada indikasi untuk memecah belah antara kekuatan umat Islam dengan kelompok lainnya," ujar Doli kepada wartawan usai bertemu JK.

Doli mengungkapkan rasa syukurnya karena sejumlah tokoh lintas agama, termasuk dari kalangan Kristen dan Katolik, telah datang menemui JK dan menyatakan bahwa tidak ada unsur penistaan dalam pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 tersebut.

"Kita bersyukur bahwa sampai hari ini ada tokoh-tokoh umat Kristen dan Katolik yang datang ke tempat Pak Jusuf Kalla. Kita berharap masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak masuk ke ranah hukum. Toh juga sudah bisa dilihat bahwa pernyataan Pak Jusuf Kalla tidak ada urusan dengan menghasut atau mengadu domba antarumat beragama," jelasnya.

Secara khusus, Doli menyinggung rujukan yang digunakan oleh pihak pelapor, padahal pemimpin lembaga keagamaan seperti Ephorus HKBP tidak melihat adanya pelanggaran hukum.

"Saya berharap kawan-kawan yang melapor mempertimbangkan untuk tidak meneruskannya. Karena dari kalangan mereka sendiri, termasuk pendeta Kristen dan Katolik, bahkan Ephorus HKBP, juga menyatakan tidak ada unsur penistaan agama. Jadi, rujukan apa yang dipakai oleh teman-teman itu?" tanya Doli.

Ia juga mengkhawatirkan jika kasus ini terus bergulir, persoalan tersebut akan bergeser ke ranah politik yang berujung pada aksi saling lapor antar-kelompok masyarakat. Menurutnya, hal tersebut akan sangat berbahaya bagi persatuan bangsa.

baca juga

Doli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengalihkan energi dalam mendukung pemerintah menghadapi krisis global yang lebih nyata, seperti dampak konflik di Timur Tengah, krisis energi, pangan, dan ekonomi.

"Bangsa kita saat ini juga menghadapi dampak perang di Timur Tengah, yang berpotensi memicu krisis energi, ekonomi, dan pangan. Jadi, sebaiknya seluruh energi warga negara Indonesia, dari latar belakang apa pun, diarahkan untuk mendukung pemerintah menyelesaikan persoalan kebangsaan yang lebih mendesak," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia selama ini terletak pada keragaman yang dibalut toleransi tinggi, sehingga tokoh bangsa seperti Jusuf Kalla tidak seharusnya dipersoalkan dengan hal yang tidak mendasar.

Sebelumnya, JK menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil terhadap Rismon Sianipar.

Ia menilai laporan dugaan penistaan agama tersebut muncul sebagai reaksi setelah dirinya memperkarakan Rismon.

"Saya tidak menuduh ini politik, tetapi kenyataannya laporan terhadap saya muncul setelah saya mengadukan Rismon," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung kegaduhan di tengah masyarakat terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo yang telah berlangsung selama dua tahun.

Sebagai sosok yang pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden, JK memberikan nasihat agar persoalan tersebut segera diakhiri dengan transparansi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit

News | Senin, 27 April 2026 | 18:00 WIB

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:24 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB

Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik

Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:26 WIB

Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang

Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:10 WIB

Jusuf Kalla di Pusaran Kasus Ijazah Jokowi, Murni Hukum atau Manuver Politik?

Jusuf Kalla di Pusaran Kasus Ijazah Jokowi, Murni Hukum atau Manuver Politik?

Liks | Rabu, 22 April 2026 | 17:29 WIB

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:24 WIB

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:17 WIB

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:07 WIB

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:59 WIB

Terkini

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:53 WIB

×