Kenaikan PPN 12 Persen: Industri Otomotif Dalam Negeri Terhambat? Begini Analisanya

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Selasa, 07 Mei 2024 | 12:18 WIB
Kenaikan PPN 12 Persen: Industri Otomotif Dalam Negeri Terhambat? Begini Analisanya
Ilustrasi pekerja sedang merakit mobil di sebuah pabrik otomotif. [Antara]

Suara.com - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun depan memicu kekhawatiran di industri otomotif, termasuk di ranah produksi mobil.

Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dapat memberatkan industri dan menghambat lokalisasi.

Dikutip dari situs resmi Gaikindo, Bob Azam pada akhir April silam menjelaskan bahwa lokalisasi industri otomotif di Indonesia merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak faktor, termasuk PPN.

Kenaikan PPN menjadi 12 persen akan berdampak pada setiap tahap produksi, mulai dari bahan baku hingga komponen akhir.

"Misalnya, bahan baku diolah menjadi barang setengah jadi, lalu dikenakan PPN. Barang setengah jadi menjadi subkomponen, kena PPN lagi. Subkomponen menjadi komponen, kena PPN lagi. Semakin banyak PPN yang dikenakan, semakin mahal pula biaya produksi," jelas Bob.

UMKK didorong untuk masuk ke rantai pasok industri otomotif. Foto: ilustrasi pabrik mobil. [Antara]
UMKK didorong untuk masuk ke rantai pasok industri otomotif. Foto: ilustrasi pabrik mobil. [Antara]

Dilema Impor vs Lokalisasi

Kondisi ini memicu dilema bagi industri otomotif. Di satu sisi, industri ingin meningkatkan lokalisasi untuk mendukung perekonomian nasional. Di sisi lain, kenaikan PPN membuat penggunaan komponen impor yang sudah jadi jauh lebih menarik secara ekonomis.

"Semakin dalam industri kita, semakin banyak PPN yang dikenakan. Lebih menguntungkan untuk impor komponen jadi yang hanya dikenakan PPN sekali," ujar Bob.

Bob berharap pemerintah dan pemangku kebijakan dapat menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk meredam dampak negatif dari kenaikan PPN. Skema PPN yang baru haruslah memberikan manfaat bagi industri, bukan sebaliknya.

"Pemerintah perlu mengusahakan mitigasi agar PPN tidak dikenakan berjenjang. Di negara tetangga, PPN umumnya hanya 7-9 persen. Jika daya saing kita tidak dijaga, industri otomotif Indonesia akan tergerus," tegas Bob.

Kenaikan PPN 12 persen memang berpotensi memberatkan industri otomotif. Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan ini secara komprehensif dan bekerja sama dengan industri untuk mencari solusi yang tepat.

Mitigasi dan skema PPN yang pro-industri menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan mendukung kelancaran operasi industri otomotif di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Toyota Voxy yang Jadi Kado Istimewa Sarwendah untuk Betrand Peto, Ekspresi Ruben Onsu Jadi Sorotan

Intip Toyota Voxy yang Jadi Kado Istimewa Sarwendah untuk Betrand Peto, Ekspresi Ruben Onsu Jadi Sorotan

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 11:52 WIB

Google Disingkirkan, Bos Tesla Elon Musk Pilih Gunakan Perusahaan China Ini untuk Sistem Navigasi

Google Disingkirkan, Bos Tesla Elon Musk Pilih Gunakan Perusahaan China Ini untuk Sistem Navigasi

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 10:46 WIB

BMW Singkirkan Emblem "i" dari Mobil Bensin, Ada Apa?

BMW Singkirkan Emblem "i" dari Mobil Bensin, Ada Apa?

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 10:23 WIB

Mika Lampu Mobil Kuning Kusam? Kembalikan Kejernihannya dengan Trik Berikut Ini

Mika Lampu Mobil Kuning Kusam? Kembalikan Kejernihannya dengan Trik Berikut Ini

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 08:28 WIB

Mobil Fortuner Pelat Dinas Polda Jabar Tabrak Bus Elf di Tol MBZ, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Fortuner Pelat Dinas Polda Jabar Tabrak Bus Elf di Tol MBZ, Sopir Diduga Mengantuk

News | Senin, 06 Mei 2024 | 21:42 WIB

Gaikindo: Penjualan Mobil Turun Gara-gara Pemilu

Gaikindo: Penjualan Mobil Turun Gara-gara Pemilu

Otomotif | Senin, 06 Mei 2024 | 20:44 WIB

Terkini

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:06 WIB

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:58 WIB

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10 WIB

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:10 WIB

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:45 WIB

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:42 WIB

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:38 WIB

3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q

3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:20 WIB

BlackAuto Battle 2026 Mulai Cari Raja Modifikasi Baru dari Tangerang Selatan

BlackAuto Battle 2026 Mulai Cari Raja Modifikasi Baru dari Tangerang Selatan

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:16 WIB

Kejutan Data Gaikindo 2026: Mobil 7 Penumpang Jadi Raja, Honda Brio Turun Tahta

Kejutan Data Gaikindo 2026: Mobil 7 Penumpang Jadi Raja, Honda Brio Turun Tahta

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:35 WIB