- Citroën akan meluncurkan kembali mobil ikonik 2CV dalam wujud kendaraan listrik pada ajang Paris Motor Show Oktober 2026.
- Mobil listrik bergaya retro ini diproduksi di Italia mulai 2028 dengan target harga kompetitif sekitar 15.000 Euro.
- Stellantis menghadirkan model 2CV untuk memperluas pangsa pasar kendaraan listrik murah bagi konsumen di wilayah Eropa.
Suara.com - Citroen resmi mengumumkan kembalinya nama legendaris 2CV dalam wujud mobil listrik. Setelah 36 tahun berhenti produksi, ikon Prancis ini akan tampil perdana di Paris Motor Show Oktober 2026.
Dengan desain retro yang mirip “mobil kodok” Volkswagen, 2CV versi listrik ditargetkan jadi salah satu EV termurah di Eropa.
Diproduksi antara 1949–1990, Citroen 2CV terjual lebih dari lima juta unit di seluruh dunia. Mobil ini populer karena desain sederhana, bobot ringan, dan harga terjangkau.
Kini, Stellantis sebagai induk Citroen ingin menghidupkan kembali warisan tersebut untuk menarik konsumen yang mencari EV murah.
Desain Retro dengan Teknologi Baru
Teaser resmi menunjukkan siluet klasik 2CV tetap dipertahankan. Namun di balik bodi retro, mobil ini dibekali teknologi modern dengan platform listrik penuh.
Citroen menyebut 2CV baru sebagai city car kompak yang cocok untuk jalanan padat perkotaan.
Harga yang Menggoda
Citroen menargetkan harga mulai sekitar €15.000 atau Rp310 juta. Jika tercapai, 2CV akan menjadi salah satu EV penumpang paling murah di pasar Eropa.
Posisi ini menempatkannya di bawah Citroen ë-C3 yang lebih besar, sekaligus membuka peluang bagi konsumen muda atau pembeli pertama EV.
Dimensi dan Produksi
2CV listrik akan lebih pendek dari ë-C3 yang panjangnya 4.015 mm, sehingga lebih lincah di jalan sempit.
Produksi dijadwalkan dimulai pada 2028 di pabrik Italia, berbagi jalur dengan Fiat Panda generasi baru.
Strategi ini menunjukkan fokus Stellantis pada arsitektur low-cost untuk EV kompak.
Strategi Besar Stellantis