Inovasi Teknologi Pengereman Motor, Tak Perlu Lagi Gunakan Kabel

Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 27 Juni 2024 | 07:44 WIB
Inovasi Teknologi Pengereman Motor, Tak Perlu Lagi Gunakan Kabel
Tuas Rem. (Ride Apart)

Suara.com - Teknologi pengereman motor selama ini masih mengandalkan kabel rem tradisional. Namun, sebuah inovasi revolusioner tengah dikembangkan bernama Brake by Wire, sistem pengereman tanpa kabel yang memungkinkan kontrol rem elektronik.

Dilansir dari Visordown, teknologi ini bukan hal baru di dunia otomotif. Brake by Wire telah lama digunakan pada mobil, namun belum ada motor yang mengadopsinya, bahkan di kelas balap MotoGP.

Kini, harapan untuk rem tanpa kabel pada motor semakin terbuka. Perusahaan teknologi sepeda ternama, Shimano, telah mematenkan rancangan Brake by Wire untuk sepeda.

Meski berbeda, teknologi rem sepeda dan motor memiliki kesamaan desain dan penerapan cakram yang membuka peluang besar untuk penerapan Brake by Wire pada motor.

Bagaimana cara kerja Brake by Wire?

Sistem Brake by Wire Shimano bernama ride-by-brake. Sistem ini mendeteksi gaya yang diterima tuas rem, mengubahnya menjadi sinyal, dan mengirimkannya ke aktuator elektronik pada kaliper. Aktuator kemudian menerjemahkan sinyal dan memberikan tekanan pengereman yang sesuai.

Sistem pengereman pada motor di masa depan (Visordown)
Sistem pengereman pada motor di masa depan (Visordown)

Kapan Brake by Wire hadir di motor?

Teknologi Brake by Wire Shimano saat ini ditujukan untuk sepeda gunung kelas atas.

Namun, mengingat kesamaan komponen rem cakram pada sepeda gunung dan motor, peluang penerapan Brake by Wire pada motor di masa depan terbuka lebar.

baca juga

Apa keuntungan Brake by Wire?

Apabila teknologi ini diterapkan ke motor, tentunya pengereman lebih presisi dan responsif. Tak cuma itu, distribusi gaya pengereman yang lebih merata.

Teknologi ini juga akan meningkatkan performa dan keamanan. Bahkan desain motor akan lebih aerodinamis dan minimalis jika teknologi ini diterapkan.

Brake by Wire menghadirkan inovasi revolusioner dalam teknologi pengereman motor. Sistem ini menjanjikan performa, keamanan, dan desain yang lebih baik.

Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, Brake by Wire berpotensi menjadi standar baru dalam dunia pengereman motor di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Jitu Memilih Motor Bekas untuk Jualan Keliling: Untung Makin Berlipat!

Tips Jitu Memilih Motor Bekas untuk Jualan Keliling: Untung Makin Berlipat!

Otomotif | Rabu, 26 Juni 2024 | 19:48 WIB

Air Masuk ke Dalam Tangki Motor, Ternyata Ini Sebabnya...

Air Masuk ke Dalam Tangki Motor, Ternyata Ini Sebabnya...

Otomotif | Rabu, 26 Juni 2024 | 16:45 WIB

Teknologi AI Kini Bisa Bantu Deteksi Masalah Kulit Wajah Hingga Beri Rekomendasi Skincare

Teknologi AI Kini Bisa Bantu Deteksi Masalah Kulit Wajah Hingga Beri Rekomendasi Skincare

Lifestyle | Rabu, 26 Juni 2024 | 16:55 WIB

Terkini

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

×