Mengenal Arti Bulatan Warna Kuning dan Merah di Ban Mobil, Ada Kaitannya dengan Velg

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 07 Agustus 2024 | 08:08 WIB
Mengenal Arti Bulatan Warna Kuning dan Merah di Ban Mobil, Ada Kaitannya dengan Velg
Kode khusus pada ban ada warna kuning dan merah. [Toyota Astra]

Suara.com - Ban menjadi salah satu komponen penting dalam kendaraan bermotor. Tentu setiap orang yang akan melakukan perjalanan selalu meliihat kondisi komponen ini.  

Hal itu karena, ban satu-satunya komponen mobil yang menyentuh aspal dan menopang beban kendaraan. Namun, ban memiliki banyak informasi yang tercantum pada dinding yang bisa dipahami.

Menyadur dari Toyota Astra, sejak keluar dari pabrikan, ban baru mobil sudah dilengkapi sejumlah kode sebagai spesifikasi maupun identitas produksi. Mulai dari merek, nama model, termasuk pula data mengenai ukuran, dan tanggal produksi ban.

Tapi jika diperhatikan, ada tanda lain berupa bulatan kuning dan merah pada dinding ban atau side wall. Setiap pabrikan ban bisa saja warnanya berbeda, tapi umumnya dua warna tadi. Orang awam mungkin akan mengira bulatan ini tidak ada artinya, padahal memiliki arti yang penting.

Bulatan Warna Kuning

Pemberian bulatan warna adalah tanda mengenai area krusial pada ban. Bulatan berwarna kuning menandakan titik paling ringan yang ada di ban mobil. Dalam bahasa teknisnya disebut light static balance point.

Area paling ringan ini berguna sebagai panduan saat melakukan balancing atau balans roda atau pemasangan velg. Titik teringan yang ada di ban disesuaikan dengan titik terberat yang ada di velg, biasanya ada pada pentil ban yang menambah bobot velg.

Anda juga dapat memperhatikan tanda bulatan, biasanya berwarna biru, di velg alloy sebagai tanda area paling berat. Titik warna kuning ini harus dipasang sejajar dengan tanda bulat tersebut untuk mencapai keseimbangan berat roda dan meminimalkan pemakaian timah saat roda di-balance.

Bulatan Warna Merah

baca juga

Sedangkan bulatan berwarna merah menandakan nilai Radial Force Vibration (RFV) yang paling tinggi. Posisi bulatan berwarna merah ini akan disesuaikan dengan run out dari velg yang paling rendah ketika dipasang.

Run out adalah tingkat kebulatan benda bulat yang karena proses manufaktur tidak akan menghasilkan benda yang bulat sempurna. Semakin kecil nilai run out, makin bulat sempurna kebulatan benda dimaksud dan berarti kian minim getarannya.

Pemasangan ini akan menghasilkan kebulatan ban yang optimum dan efek vibrasi bisa diminimalkan. Supaya lebih mudah, Anda bisa menyerahkan proses balancing atau penggantian ban mobil di bengkel resmi Toyota untuk menjamin kualitas pengerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Cheat di Honor of Kings, Player Kena Ban hingga 10 Tahun!

Lakukan Cheat di Honor of Kings, Player Kena Ban hingga 10 Tahun!

Tekno | Selasa, 06 Agustus 2024 | 18:02 WIB

Awas! Menghisap Vape Saat Berkendara Bisa Berakibat Fatal, Komponen Mobil Ini Tidak Berfungsi

Awas! Menghisap Vape Saat Berkendara Bisa Berakibat Fatal, Komponen Mobil Ini Tidak Berfungsi

Otomotif | Selasa, 06 Agustus 2024 | 08:21 WIB

Mitos Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Mitos Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2024 | 08:34 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×