Suara.com - Pengguna Jeep Wrangler dan Gladiator harus kembali bersiap dengan kabar kurang menyenangkan. Setelah sebelumnya mengalami recall akibat masalah pada kopling, kini kedua model ikonik tersebut kembali ditarik.
Dilansir dari Carscoops, Jeep Wrangler dan Gladiator ditarik kembali karena adanya masalah pada perangkat lunak.
Pada awal tahun 2023, Jeep melakukan recall besar-besaran terhadap puluhan ribu unit Wrangler dan Gladiator karena potensi masalah pada pelat kopling yang dapat menyebabkan kebakaran.
Sebagai solusi, Jeep melakukan pembaruan perangkat lunak pada Powertrain Control Module untuk mengurangi risiko overheating pada kopling.
Namun, ternyata pembaruan perangkat lunak ini justru memicu masalah baru. Perangkat lunak pengurangan putaran mesin yang baru justru menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba saat kendaraan sedang melaju. Hal ini tentu sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menyadari adanya masalah ini, Jeep segera bertindak. Perusahaan memutuskan untuk menangguhkan penggunaan perangkat lunak yang bermasalah dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
![Jeep Wrangler 2021 diluncurkan di Indonesia pada 30 Agustus 2021. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/01/42420-jeep-wrangler-2021.jpg)
Setelah dilakukan analisis, Jeep menemukan bahwa ada bug pada perangkat lunak yang menyebabkan mesin mati mendadak.
Sebagai solusinya, Jeep akan melakukan pembaruan perangkat lunak kembali. Kali ini, perangkat lunak yang baru diharapkan dapat menjalankan fungsi pengurangan RPM dengan benar tanpa menimbulkan masalah baru.
Pemilik Jeep Wrangler dan Gladiator yang terdampak recall akan segera diberitahu oleh dealer.
Jeep akan melakukan pembaruan perangkat lunak secara gratis. Penting bagi pemilik kendaraan untuk segera membawa kendaraannya ke bengkel resmi untuk dilakukan perbaikan.
Recall yang dialami oleh Jeep Wrangler dan Gladiator menunjukkan pentingnya sistem keamanan kendaraan.
Meskipun masalah ini telah teridentifikasi dan segera ditangani, kejadian ini menjadi pengingat bagi semua produsen otomotif untuk selalu memprioritaskan keselamatan konsumen.