Insentif Besar-besaran Mobil Listrik di Thailand, Dampak Ngeri dan Tak Terduga pada Industri Otomotif

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 16 Agustus 2024 | 18:40 WIB
Insentif Besar-besaran Mobil Listrik di Thailand, Dampak Ngeri dan Tak Terduga pada Industri Otomotif
Ilustrasi BYD Dolphin Dynamic di GIIAS 2024. (Foto: BYD)

Suara.com - Kebijakan insentif mobil listrik di Thailand ternyata membawa dampak yang tak terduga. Meskipun bertujuan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik dan mengurangi emisi, kebijakan ini justru memicu sejumlah masalah dalam industri otomotif di negara tersebut.

Dilansir dari Asia NIkkei, insentif yang terlalu besar dan masif dari pemerintah Thailand telah menyebabkan kelebihan pasokan mobil listrik di pasar.

Kondisi ini memicu perang harga yang sengit, terutama antara mobil listrik dan mobil konvensional. Akibatnya, produsen mobil konvensional terpaksa menurunkan harga jual untuk tetap bersaing.

Tidak hanya produsen mobil, industri pendukung seperti produsen suku cadang juga ikut terimbas. Banyak produsen suku cadang lokal yang gulung tikar karena sebagian besar produsen mobil listrik di Thailand lebih memilih komponen dari China yang disubsidi.

Hal ini tentu saja berdampak pada lapangan pekerjaan dan perekonomian secara keseluruhan.

Produsen mobil konvensional, terutama merek Jepang yang mendominasi pasar Thailand, mengalami penurunan penjualan yang signifikan.

Mobil Listrik Wuling di WWF 2024. (Foto: Wuling)
Mobil Listrik Wuling di WWF 2024. (Foto: Wuling)

Beberapa perusahaan bahkan memutuskan untuk menutup pabrik atau mengurangi kapasitas produksi. Suzuki dan Subaru telah mengumumkan penutupan pabriknya di Thailand, sementara Honda juga akan mengurangi produksi secara signifikan.

Sektor otomotif merupakan salah satu pilar penting perekonomian Thailand. Namun, kebijakan insentif mobil listrik yang tidak terkendali telah mengancam keberlangsungan industri ini. Penutupan pabrik dan pengurangan produksi akan berdampak pada lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

Kasus di Thailand ini memberikan pelajaran berharga bagi negara lain terutama Indonesia yang ingin mendorong pengembangan kendaraan listrik.

baca juga

Kebijakan insentif harus dirancang dengan hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kondisi pasar, ketersediaan infrastruktur, dan dampak terhadap industri pendukung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digunakan untuk Tamu VVIP Saat Upacara 17 Agustus di IKN, Ini Harga Toyota bZ4X

Digunakan untuk Tamu VVIP Saat Upacara 17 Agustus di IKN, Ini Harga Toyota bZ4X

Otomotif | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 18:24 WIB

Toyota Kepergok Beli Mobil Listrik BYD Atto 3, Untuk Apa?

Toyota Kepergok Beli Mobil Listrik BYD Atto 3, Untuk Apa?

Otomotif | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 17:06 WIB

Batal Buat Mobil Listrik, Apple Bersiap Garap Robot Meja?

Batal Buat Mobil Listrik, Apple Bersiap Garap Robot Meja?

Tekno | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 10:00 WIB

Terkini

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

×