Banyak Pembeli Kendaraan Listrik di Indonesia Karena FOMO

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 11 September 2024 | 19:49 WIB
Banyak Pembeli Kendaraan Listrik di Indonesia Karena FOMO
Ilustrasi mobil listrik. (Pexels)

Suara.com - Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu menilai masyarakat yang membeli kendaraan listrik (EV) di Indonesia masih sebatas mengikuti tren gaya hidup atau lifestyle.

Dengan demikian alasan utama masyarakat yang memilih untuk membeli kendaraan listrik bukan berdasarkan alasan sadar terhadap lingkungan.

"Kita bisa lihat, saat ini mobil listrik masih menjadi pilihan mobil kedua. Mobil pertamanya tetap mobil dengan bahan bakar," ujar Yannes kepada Suara.com, di Karawang, baru-baru ini.

Oleh karena itu, tambah Yannes, jenis mobil listrik yang laku di Indonesia saat ini adalah yang berdimensi kecil.

Padahal saat ini banyak brand otomotif yang berlomba-lomba untuk menawarkan mobil listrik di berbagai segmen.

"Tapi kembali lagi orang beli mobil listrik masih berdasarkan lifestyle. Selain itu, masalah infrastruktur juga menjadi kekhawatiran orang untuk beralih ke mobil listrik," ungkap Yannes.

Kendaraan Listrik Bukan Satu-Satunya Solusi Capai Zero Emission

Di Indonesia kendaraan listrik dianggap menjadi satu-satunya alternatif untuk mencapai zero emission.

Namun selain kendaraan listrik, energi baru terbarukan (EBT) seperti bioenergi dapat membantu mengurangi ketergantungan konsumsi bahan bakar fosil di semua sektor terkait seperti pembangkit listrik, domestik, industri, dan sektor transportasi.

baca juga

Bioenergi, termasuk Biofuel, bisa turut berperan dalam mendukung Indonesia untuk menuju transisi energi serta mereduksi emisi.

"Seolah-olah EV menguasai dunia, tapi nyatanya tidak. Jadi tak semudah yang kita bayangkan bermigrasi dari kendaraan bensin ke EV," tegas Yannes.

EV hanya dipersiapkan untuk jarak dekat. Selain itu, harganya yang mahal juga menjadi permasalahan tersendiri.

Bila diambil contoh, Tesla yang sempat populer di Amerika Serikat faktanya saat ini mulai redup.

"Karena dia (EV) hanya dipersiapkan untuk jarak dekat atau urban. Kalau baterai diperbesar agar jarak tempuh lebih jauh itu mahal sekali," pungkas Yannes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Pesan Taksi Listrik Online Evista, Hanya Ada di Bandara Halim Perdanakusuma?

Cara Pesan Taksi Listrik Online Evista, Hanya Ada di Bandara Halim Perdanakusuma?

Otomotif | Selasa, 10 September 2024 | 22:11 WIB

Mobil Listrik Wuling Kembali Ambil Bagian Dalam Forum Internasional

Mobil Listrik Wuling Kembali Ambil Bagian Dalam Forum Internasional

Otomotif | Jum'at, 06 September 2024 | 12:36 WIB

Pengamat: Kendaraan Listrik Bukan Satu-Satunya Alternatif untuk Capai Zero Emission

Pengamat: Kendaraan Listrik Bukan Satu-Satunya Alternatif untuk Capai Zero Emission

Otomotif | Kamis, 05 September 2024 | 17:47 WIB

Terkini

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:40 WIB

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×