Misteri Setir Kanan pada Mobil, Warisan Sejarah yang Masih Bertahan di Indonesia

Sabtu, 16 November 2024 | 10:20 WIB
Misteri Setir Kanan pada Mobil, Warisan Sejarah yang Masih Bertahan di Indonesia
Ilustrasi: pengemudi yang sedang berkendara (Suzuki)

Suara.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa negara, termasuk Indonesia, menggunakan mobil dengan setir di sisi kanan, sementara negara lain memilih setir kiri? Mari kita telusuri kisah menarik di balik perbedaan ini dilansir dari berbagai sumber.

Jauh sebelum era mobil modern, keputusan untuk mengemudi di sisi tertentu jalan sebenarnya berakar dari tradisi ksatria abad pertengahan.

Para ksatria Inggris, yang kebanyakan menggunakan pedang dengan tangan kanan, lebih memilih berkuda di sisi kiri jalan. Posisi ini memungkinkan mereka untuk dengan mudah menghunus pedang ketika berpapasan dengan musuh potensial.

Ketika era kolonialisme mencapai puncaknya, Kekaisaran Inggris membawa sistem mengemudi mereka ke berbagai koloni. Inilah mengapa banyak bekas jajahan Inggris, seperti India, Malaysia, dan Singapura, masih menggunakan sistem setir kanan hingga hari ini. Indonesia, meskipun bukan bekas koloni Inggris, mengadopsi sistem ini karena pengaruh Belanda yang pada masa itu mengikuti standar Inggris.

Menariknya, Napoleon Bonaparte memiliki peran penting dalam membentuk peta global penggunaan setir. Ia memaksa negara-negara yang ditaklukkannya untuk mengemudi di sisi kanan jalan, yang menjelaskan mengapa sebagian besar Eropa kontinental menggunakan sistem setir kiri. Amerika Serikat, dalam upayanya memisahkan diri dari pengaruh Inggris, juga memilih untuk mengadopsi sistem Napoleon.

Ilustrasi pengemudi sedang berkendara. [Dok.Antara]
Ilustrasi pengemudi sedang berkendara. [Dok.Antara]

Di Indonesia, penggunaan setir kanan telah menjadi standar sejak era kolonial. Sistem ini terbukti efektif dan aman untuk kondisi lalu lintas di negara kita, serta memudahkan integrasi dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang juga menggunakan sistem serupa.

Saat ini, sekitar 35 persen populasi dunia mengemudi di sisi kiri jalan dengan setir kanan. Selain Indonesia, negara-negara seperti Jepang, Thailand, Australia, dan Selandia Baru konsisten menggunakan sistem ini.

Menariknya, beberapa negara seperti Swedia pernah beralih dari setir kanan ke setir kiri pada tahun 1967, menunjukkan bahwa perubahan sistem mengemudi, meskipun rumit, bukan hal yang mustahil.

Perbedaan posisi setir ini menjadi bukti bagaimana sejarah, politik, dan budaya dapat membentuk aspek-aspek praktis dalam kehidupan sehari-hari kita. Meskipun tampak membingungkan, keberagaman ini mencerminkan kekayaan sejarah dan keunikan masing-masing negara dalam mengembangkan sistem transportasinya.

Baca Juga: Sejarah Stadion GBK: Awalnya Bukan Senayan yang Dipilih Soekarno

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI