Cukai Karbon Kendaraan Bermotor: Opsi Lebih Cerdas Ketimbang Kenaikan PPN 12 Persen

Agung Pratnyawan | Suara.com

Senin, 30 Desember 2024 | 20:32 WIB
Cukai Karbon Kendaraan Bermotor: Opsi Lebih Cerdas Ketimbang Kenaikan PPN 12 Persen
Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB. [ist]

Suara.com - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengusulkan cukai karbon kendaraan bermotor sebagai alternatif sumber pendapatan negara, ketimbang menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen. KPBB memperkirakan potensi cukai ini mencapai Rp 92 triliun per tahun (netto), jauh lebih besar dibandingkan potensi tambahan dari kenaikan PPN sebesar Rp 67 triliun per tahun.

Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyatakan bahwa pemerintah perlu mencari solusi pendapatan yang kreatif dan tidak membebani masyarakat.

"Untuk memperoleh income baru, pemerintah harus kreatif, tidak serta merta melakukan aksi yang berujung pada hadirnya kesulitan banyak pihak, terutama rakyat," ujarnya dalam konferensi pers pada 30 Desember 2024.

Ia mengakui bahwa pembangunan membutuhkan dana, terutama seiring dengan peningkatan industrialisasi dan investasi pembangunan manusia.

KPBB juga mendukung percepatan pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, serta program-program seperti penyediaan makan siang bergizi dan infrastruktur pangan, asalkan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Namun, KPBB menilai kenaikan PPN menjadi 12 persen bukanlah solusi yang bijak, kreatif, maupun smart.

"Tidak bijak karena akan membebani rakyat dan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Tidak kreatif karena hanya mengubah persentase PPN yang sudah ada. Tidak smart karena bukan terobosan untuk mendongkrak ekonomi nasional," tegasnya.

Sebagai solusi alternatif, KPBB mengusulkan penerapan cukai karbon. Selain menjadi bagian dari upaya global dalam memerangi krisis iklim, cukai karbon juga berpotensi menjadi sumber pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan sektor otomotif.

"Melalui cukai karbon kendaraan bermotor saja, pemerintah bisa memperoleh Rp 92 triliun per tahun," jelasnya.

Angka ini merupakan nilai bersih setelah dikurangi insentif fiskal bagi kendaraan rendah emisi (net-Zero Emission Vehicle/net-ZEV). Potensi pendapatan ini akan jauh lebih besar jika cukai karbon diterapkan di seluruh sektor pembangunan dan industri. Sebagai perbandingan, kenaikan PPN hanya akan menambah sekitar Rp 67 triliun per tahun.

Net-ZEV, yang umumnya berupa kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), merupakan tren global. Bagi Indonesia, BEV dapat menjadi keunggulan kompetitif mengingat ketersediaan bahan baku baterai yang melimpah, seperti nikel, kobalt, dan rare earth. Pengembangan prototipe oleh anak bangsa juga berpotensi menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok global BEV.

KPBB mendesak pemerintah untuk menerapkan cukai karbon di berbagai sektor guna mendorong efisiensi energi dan mitigasi emisi. Efisiensi energi penting untuk ketahanan energi nasional dan mencegah pembengkakan anggaran akibat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mitigasi emisi karbon juga merupakan komitmen global yang tertuang dalam Perjanjian Paris yang telah diratifikasi melalui UU No 16/2016.

"Mulailah dengan cukai karbon kendaraan bermotor untuk memicu efisiensi energi dan mitigasi emisi, sekaligus menciptakan pendapatan baru bagi pemerintah dan membuka keunggulan kompetitif industri otomotif nasional di pasar internasional," pungkas Ahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Masih Jadi Merek Mobil Paling Laris di Indonesia Tahun Ini

Toyota Masih Jadi Merek Mobil Paling Laris di Indonesia Tahun Ini

Otomotif | Senin, 30 Desember 2024 | 18:48 WIB

BYD M6, Mobil Listrik Paling Menggebrak di 2024

BYD M6, Mobil Listrik Paling Menggebrak di 2024

Otomotif | Senin, 30 Desember 2024 | 16:47 WIB

Sesumbar Brand Tiongkok: 5 dari 10 Top Mobil Global akan Dikuasai China

Sesumbar Brand Tiongkok: 5 dari 10 Top Mobil Global akan Dikuasai China

Otomotif | Minggu, 29 Desember 2024 | 17:22 WIB

Terkini

Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?

Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 13:58 WIB

Dexlite dan Dex Naik Lagi: 5 Mobil Diesel Ini Paling Terpukul, Harga Bekas Ditaksir Terjun Bebas

Dexlite dan Dex Naik Lagi: 5 Mobil Diesel Ini Paling Terpukul, Harga Bekas Ditaksir Terjun Bebas

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 13:49 WIB

Mitsubishi Fuso Kenalkan Skema Sewa eCanter untuk Dukung Logistik Ramah Lingkungan

Mitsubishi Fuso Kenalkan Skema Sewa eCanter untuk Dukung Logistik Ramah Lingkungan

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 13:15 WIB

Toyota Veloz Hybrid vs Suzuki Ertiga: Irit BBM vs Servis Murah, Mana yang Relate buat Keluarga?

Toyota Veloz Hybrid vs Suzuki Ertiga: Irit BBM vs Servis Murah, Mana yang Relate buat Keluarga?

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 13:04 WIB

Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah

Perang Harga Mobil Listrik China Makin Panas BYD dan Geely Abaikan Teguran Pemerintah

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 12:13 WIB

Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik

Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 11:20 WIB

Selisih Harga Dikit: Pilih BeAT, Genio, atau BeAT Street buat Mengantar Anak ke Sekolah?

Selisih Harga Dikit: Pilih BeAT, Genio, atau BeAT Street buat Mengantar Anak ke Sekolah?

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 11:00 WIB

Pertamina Patok Harga Baru BBM Mei 2026: Pertamax Naik, Dexlite Tembus Rp26 Ribu

Pertamina Patok Harga Baru BBM Mei 2026: Pertamax Naik, Dexlite Tembus Rp26 Ribu

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 10:05 WIB

Update Harga Dexlite Hari Ini 4 Mei 2026, Mengapa Naik Lagi?

Update Harga Dexlite Hari Ini 4 Mei 2026, Mengapa Naik Lagi?

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?

Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?

Otomotif | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:00 WIB