Kejar Penerapan B50, Menteri Bahlil Berambisi Stop Impor Solar di 2026

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 03 Januari 2025 | 20:27 WIB
Kejar Penerapan B50, Menteri Bahlil Berambisi Stop Impor Solar di 2026
Menteri ESDM mengatakan pemerintah berambisi menyetop impor solar pada 2026. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berambisi menghentikan impor solar pada 2026 mendatang dengan mengejar implementasi biodiesel atau sola B50 pada tahun depan.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (3/1/2025), Bahlil mengatakan implementasi solar B40 pada tahun ini akan menjadi langkah awal menuju B50 pada 2026.

"Jadi implementasi B40 di 2025 sambil mempersiapkan implementasi B50 2026. Kalau ini yang kita lakukan, maka impor kita terhadap solar insya-Allah dipastikan sudah tidak ada lagi di 2026," kata Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan langsung untuk mendorong penggunaan biofuel B50 pada 2026 guna menciptakan kedaulatan energi.

"Insya-Allah di 2026 atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sudah harus mendorong ke B50," ucapnya.

Ia mengaku optimistis, implementasi B50 di 2026 dapat meningkatkan cadangan energi Indonesia, yang selaras dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri.

"Jadi kita sekaligus ini bagian daripada perintah Bapak Presiden tentang ketahanan energi, mengurangi impor. Kalau kita mendorong untuk urusan lifting kita, di solar naik, maka insya-Allah cadangan (minyak) kita akan semakin baik," kata Bahlil.

Sebelumnya Bahlil mengumumkan bahwa penerapan B40 mulai berlaku pada 1 Januari kemarin. Penggunaan biodiesel B40 ini meningkat dari B35 pada 2024 lalu.

"Kita sudah memutuskan dari Kementerian ESDM tentang peningkatan dari B35 ke B40. Dan hari ini kita umumkan bahwa berlaku per 1 Januari 2025," kata Bahlil.

Baca Juga: Uji Coba B40 Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini

Dia menyampaikan bahwa dari produksi B35 yang dihasilkan kurang lebih sekitar 12,09 juta kiloliter, meningkat menjadi 15,62 juta kiloliter bagi B40.

"Dan kepmennya sudah kami tanda tangan termasuk alokasi ke masing-masing perusahaan yang membuat FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dan juga adalah perusahaan yang menjahit," kata Bahlil.

Sementara Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran biodiesel 40 persen (B40) secara penuh akan berlaku Februari 2025.

Ia mengatakan meski penerapan solar B40 berlaku mulai Januari, tetapi ada masa transisi sekitar 1,5 bulan yang akan dimanfaatkan untuk menghabiskan stok solar tersisa dan melakukan penyesuaian teknologi.

"Untuk mandatorinya 1 Januari. (Masa transisi 1,5 bulan) dari 1 Januari sampai Februari," kata Yuliot.

"Jadi kan ada yang ini dalam proses pencampuran, yang tadinya B35 jadi B40, ada penyesuaian teknologi. Kita memberikan waktu sekitar 1,5 bulan," lanjut Yuliot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI