CEO Honda tentang Pabrikan Otomotif China: Kami Bisa Kalah jika...

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 14 Januari 2025 | 19:00 WIB
CEO Honda tentang Pabrikan Otomotif China: Kami Bisa Kalah jika...
Presiden dan CEO Nissan Motor Corporation Makoto Uchida menghadiri jumpa pers terkait rencana merger Honda - Nissan di Tokyo, Jepang pada 23 Desember 2024. [AFP/Philip Fong]

Suara.com - Siapa sangka , pabrikan  otomotif Jepang yang berjaya selama puluhan tahun kini gemetar menghadapi serangan mendadak dari negeri Tirai Bambu? China tidak lagi sekadar penonton, mereka kini jadi pemain utama yang membuat Honda dan Nissan harus berpikir keras mencari jalan keluar.

Dalam diskusi di Las Vegas, CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan kalau mereka akan kalah dengan gempuran pabrikan asal Tiongkok tersebut jika tak segera membangun kemampuan bersaing di 2030.

"China bangkit sebagai kekuatan baru otomotif global dengan keunggulan teknologi dan harga kompetitif. Kami bisa kalah jika tak adaptasi cepat sebelum 2030," ujarnya dilansir dari The Verge.

Honda yang terkenal dengan inovasi teknologinya, kini harus mengajak Nissan untuk bergandengan tangan. Bukan tanpa alasan - badai revolusi mobil listrik datang bagai tsunami, mengancam eksistensi mereka yang terlalu lama berpuas diri dengan mesin konvensional.

Dengan kerja sama ini, tentu Honda dan Nissan akan bisa bersaing dengan pabrikan otomotif Tiongkok.

Nissan N7 (Motor1.com)
Nissan N7 (Motor1.com)

Sementara itu, produsen mobil China bergerak bagai kereta api cepat yang tak terbendung. Dengan kombinasi maut teknologi canggih dan harga bersahabat, mereka merebut hati konsumen global satu demi satu. Toyota, si raja otomotif yang biasanya tenang, mulai gelisah di singgasananya.

Angka-angka tidak berbohong: pasar mobil listrik akan melonjak 30 persen tiap tahun, dengan target penjualan fantastis 89,6 juta unit pada 2025. Belum lagi potensi pasar mobil otonom yang diprediksi mencapai 448,6 miliar Dolar AS pada 2035. Angka-angka ini bukan sekadar statistik - ini adalah pertaruhan masa depan.

Bayangkan kekuatan yang tercipta jika teknologi hybrid Honda berpadu dengan platform SUV gagah Nissan. Seperti superhero yang bergabung melawan musuh bersama, kedua perusahaan ini bisa saling melengkapi kelemahan masing-masing. Honda dengan pabriknya yang hampir overflow bisa memanfaatkan kapasitas produksi Nissan yang sedang lesu.

Tapi tunggu dulu - merger bukan perkara sederhana. Ini seperti menyatukan dua keluarga besar dengan ego dan tradisi masing-masing. Belum lagi tantangan biaya pengembangan teknologi yang membengkak dan persaingan sengit dalam perang perangkat lunak dan sistem otonom.

baca juga

Noriya Kaihara, Wakil Presiden Eksekutif Honda, berbicara tentang pentingnya berbagi operasional dengan nada serius. Ini bukan lagi tentang gengsi - ini tentang bertahan hidup di era baru yang brutal.

Apakah Honda dan Nissan akan berhasil menavigasi badai perubahan ini? Hanya waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal sudah jelas: era dominasi otomotif Jepang yang nyaman telah berakhir, dan era baru yang penuh gejolak telah dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Buat Mobil dan Motor, Mesin Elektrik Juga Bisa untuk Buldoser Bawah Air

Tak Cuma Buat Mobil dan Motor, Mesin Elektrik Juga Bisa untuk Buldoser Bawah Air

Otomotif | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:33 WIB

Bukan Toyota, Ini Pabrikan Mobil Peraih Bintang 5 Terbanyak Tes NCAP

Bukan Toyota, Ini Pabrikan Mobil Peraih Bintang 5 Terbanyak Tes NCAP

Otomotif | Selasa, 14 Januari 2025 | 17:00 WIB

Inikah Motor Termahal Honda? Mobil Plat RI 36 Raffi Ahmad Kalah Kelas

Inikah Motor Termahal Honda? Mobil Plat RI 36 Raffi Ahmad Kalah Kelas

Otomotif | Selasa, 14 Januari 2025 | 16:16 WIB

Terkini

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar

Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa

Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:30 WIB

KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri

KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon dan Cicilan 24 Bulan di Saturdays, Begini Cara Klaimnya

Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon dan Cicilan 24 Bulan di Saturdays, Begini Cara Klaimnya

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:25 WIB

5 Keunggulan Smartwatch yang Tahan Air untuk Aktivitas Harian

5 Keunggulan Smartwatch yang Tahan Air untuk Aktivitas Harian

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

×