Pabrikan Otomotif Mulai Lakukan PHK Massal Dampak Kebijakan Tarif Impor Amerika

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 09 April 2025 | 17:15 WIB
Pabrikan Otomotif Mulai Lakukan PHK Massal Dampak Kebijakan Tarif Impor Amerika
Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air [Kemenperin via ANTARA].

Suara.com - Pabrikan otomotif multinasional, Stellantis terpaksa menutup pabrik mobil usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor tinggi untuk sejumlah negara yang disertai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Stellantis kini berencana untuk memberhentikan sementara 330 karyawan gabungan yang beroperasi di Pabrik Stamping Warren dan Pabrik Stamping Sterling.

PHK yang terjadi di kedua pabrik Stellantis ini merupakan bagian dari total 900 pekerja yang diberhentikan oleh Stellantis di lima pabrik di Midwest.

Presiden UAW Regional 869, Romaine McKinney mengatakan, para pekerja merasa takut dengan apa yang akan terjadi. UAW Lokal 869 mewakili sekitar 800 pekerja di Pabrik Stamping Warren.

"Mereka mengira akan ada lebih banyak PHK yang akan terjadi. Mereka kembali mengira bahwa tarif akan mendorong Stellantis melakukan PHK tanpa batas waktu, dan sejujurnya, saya pun berpikiran sama," kata McKinney, dikutip dari CBSnews, Rabu (9 April 2025).

UMKK didorong untuk masuk ke rantai pasok industri otomotif. Foto: ilustrasi pabrik mobil. [Antara]
UMKK didorong untuk masuk ke rantai pasok industri otomotif. Foto: ilustrasi pabrik mobil. [Antara]

McKinney melanjutkan, dirinya optimis dengan tujuan jangka panjang tarif Trump, tetapi saat ini, dia khawatir terhadap pekerja otomotif.

"Saya benar-benar melihat dampak jangka pendek, yang menurut saya akan berlangsung sedikit lebih lama. Tarif pasti akan lebih memengaruhi Stellantis daripada yang lain karena kami memiliki begitu banyak pemasok lapis kedua yang menyediakan suku cadang, mur, dan baut untuk Stellantis," jelasnya.

Bagi pekerja yang diberhentikan sementara, mereka berhak menerima pesangon dan gaji pengganti yang besarnya sekitar 80% sampai 85% dari gaji pokok mereka.

Meski demikian, beberapa perusahaan otomotif raksasa di dunia, seperti Volkswagen, Stellantis, dan Nissan, sedang menghadapi situasi yang cukup berat dan berpotensi melakukan PHK massal.

baca juga
Ada delapan model mobil listrik Stellantis akan dibangun dengan platform STLA baru. Warna cokelat menunjukkan posisi baterai listrik [EV Day Stellantis via WapCar].
Ada delapan model mobil listrik Stellantis akan dibangun dengan platform STLA baru. Warna cokelat menunjukkan posisi baterai listrik [EV Day Stellantis via WapCar].

Hal ini turut dipicu oleh penurunan angka penjualan, persaingan ketat, dan perubahan industri otomotif, seperti fokus pada kendaraan listrik.

Perusahaan Otomotif Ancam Angkat Kaki

Audi umumkan akan menghentikan pengiriman kendaraan ke Amerika Serikat akibat tarif impor 25% yang baru saja ditetapkan oleh pemerintahan Donald Trump. Untuk saat ini, dealer Audi memiliki persediaan untuk sekitar dua bulan.

Audi mengonfirmasi hal itu kepada Automobilwoche, dalam penjelannya Audi mengatakan dealer sudah memiliki sekitar 37.000 mobil di AS. Hal tersebut membuat Audi mempunyai waktu sekitar 60 hari, apakah akan tetap berbisnis di AS atau tidak.

Logo Audi [shuterstock]
Lambang Empat Cincin Sebagai Logo Audi yang Melambangkan Kemewahan. [shuterstock]

Hal itu menjadikan beberapa bulan ke depan sebagai titik balik yang sangat penting bagi Audi . Trump telah membuktikan berkali-kali bahwa ia akan menarik kembali kata-katanya sendiri, jadi mungkin itu adalah skenario terbaik bagi Audi.

Jika Trump menhentikakan kebijakan tarif, Audi dapat kembali menjalankan bisnis seperti biasa. Jika tidak, Audi perlu melakukan upaya yang lebih ekstrem untuk mempertahankan bisnisnya di AS.

Audi bukan satu-satunya produsen mobil yang menghadapi situasi ini. Jaguar Land Rover memutuskan menghentikan impor ke Amerika Serikat setelah Trump mengumumkan kebijakan untuk menaikkan tarif impor.

Dampak kebijakan Donald Trump memang langsung berdampak terhadap industri otomotif. PHK massal dan keputusan untuk angkat kaki dari Amerika Serikat mulai disampaikan oleh para perusahaan otomotif yang selama ini turut memasrkan produknya di 'Negeri Paman Sam'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Singgung Toyota Terlalu Nyaman Jualan Mobil di Amerika

Trump Singgung Toyota Terlalu Nyaman Jualan Mobil di Amerika

Otomotif | Rabu, 09 April 2025 | 16:18 WIB

Industri Komponen Otomotif Usulkan Pemerintah Balas Tarif Amerika Serikat

Industri Komponen Otomotif Usulkan Pemerintah Balas Tarif Amerika Serikat

Otomotif | Senin, 07 April 2025 | 12:51 WIB

Toyota Tunda Proyek Ambisius: Ketika Sang Raksasa Otomotif Mengambil Langkah Bijak

Toyota Tunda Proyek Ambisius: Ketika Sang Raksasa Otomotif Mengambil Langkah Bijak

Otomotif | Senin, 31 Maret 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×