Di China Mobil Listrik ini Punya Nama Skyworth K3, Masuk Indonesia Jadi Polytron G3

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 07 Mei 2025 | 12:40 WIB
Di China Mobil Listrik ini Punya Nama Skyworth K3, Masuk Indonesia Jadi Polytron G3
Skyworth K yang Merupakan Mobil Listrik Hasil Rebadge Polytron G3. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Perusahaan teknologi Polytron mulai merambah industri otomotif dengan meluncurkan mobil listrik Polytron G3 di Indonesia. Namun diketahui model ini sebenarnya sudah dipasarkan di negera asalnya, China, dengan nama Skyworth K.

Kehadiran mobil listrik Polytron G3 merupakan hasil kolaborasi Polytron dengan Skyworth Auto. Skyworth Auto merupakan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok yang berpusat di Nanjing, China, dan sudah berdiri sejak 2017.

Perusahaan ini diketahui memang memiliki sudah memasarkan sejumlah kendaraan listrik seperti Skyworth K dan CE11.

Di negara asalnya, Skyworth K yang di Indonesia diberi nama Polytron G3 menggendong baterai berkapasitas 85.97 kWh dengan jarak tempuh maksimal 620 km berdasarkan pengetesan NEDC.

Mobil listrik ini diklaim bisa melesat dari nol hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 9,6 detik.

Mobil listrik Polytron G3 dan G3+ diluncurkan di Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Liberty Jemadu]
Mobil listrik Polytron G3 dan G3+ diluncurkan di Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Liberty Jemadu]

Sedangkan Polytron G3 menggunakan baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh. Dengan kapasitas baterai yang lebih kecil, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 402 km, berdasarkan standar CLTC.

Sementara puncak daya yang mampu dihasilkan adalah 150kW (201 hp) dan torsi 320 Nm. Secara akselerasi tidak terdapat perbedaan, Polytron G3 mampu melesat dalam waktu 9,6 detik.

Secara dimensi, mobil listrik ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan para kompetitor di kelasnya, seperti Omoda E5 dan BYD Atto 3. Polytron G3 memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm dan jarak sumbu roda 2.800 mm.

Mobil listrik ini menggunakan ban berukuran 235/50 R19 di depan dan belakang untuk tipe G3 dan G+ menggunakan ban lebih besar, yakni berukuran 245/45 R20. Selain itu khusus untuk Polytron G3+, ada panoramic sunroof.

baca juga

Polytron G3 dijual di Indonesia dalam dua skema. Pertama adalah skema sewa baterai atau Battery-as-a-Service (BaaS) dan kedua membeli putus, alias skema yang membeli mobil sekaligus baterai.

Untuk skema sewa baterai, harga Polytron G3 adalah Rp 299 juta dengan biaya sewa baterai Rp 1,2 juta per bulan. Sementara Polytron G3 dijual seharga Rp 339 juta plus sewa baterai Rp 1,2 juta per bulan.

Sementara dengan skema kedua, pembeli bisa mendapatkan Polytron G3 dengan harga Rp 419 juta dan untuk G3+ dengan harga Rp 459 juta. Adapun untuk sewa baterai, konsumen akan mendapatkan limit jarak tempuh 1.500 km per bulan.

Polytron Bantah Hasil Rebadge

Rebadge atau rebadging sendiri adalah praktik menjual kembali produk (biasanya mobil) dengan merek atau logo yang berbeda dari produk aslinya.

Secara sederhana, rebadge berarti memodifikasi sebuah produk hanya dengan mengganti nama merek atau emblem, tanpa mengubah desain atau spesifikasi yang signifikan.

Namun demikian pihak Polytron sendiri membantah bila mobil listrik Polytron G3 merupakan hasil rebadge.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan bahwa rebadge dengan produk perusahaan Tiongkok tak sepenuhnya benar. Sebab, kedua mobil yang baru diluncurkan ini memiliki spesifikasi yang berbeda.

"Rebadge sih tak sepenuhnya bener ya, karena kalau dicari di sana nggak ada yang spesifikasinya sama kayak yang kita bawa di Indonesia," kata Tekno saat peluncuran Polytron G3.

"Jadi sebetulnya kita juga melakukan beberapa adjustment ya perubahan disesuaikan dengan karakter konsumen di Indonesia," sambungnya.

Skyworth dan Polytron sendiri berencana untuk mendirikan pabrik perakitan di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memangkas rantai pasokan dan meningkatkan daya saing produk.

Kedua perusahaan berencana untuk memproduksi hampir 10.000 kendaraan Skyworth dengan nama Polytron dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Listrik Polytron G3 Diluncurkan: Harganya di Bawah Rp 300 Juta, Baterai Pakai Sistem Sewa

Mobil Listrik Polytron G3 Diluncurkan: Harganya di Bawah Rp 300 Juta, Baterai Pakai Sistem Sewa

Otomotif | Selasa, 06 Mei 2025 | 19:25 WIB

Gebrak Pasar! Harga Mobil Listrik Polytron di Bawah Rp300 Juta

Gebrak Pasar! Harga Mobil Listrik Polytron di Bawah Rp300 Juta

Otomotif | Selasa, 06 Mei 2025 | 18:18 WIB

Sejarah Baru! Penjualan Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Kuartal I 2025

Sejarah Baru! Penjualan Mobil Listrik Kalahkan Mobil Hybrid di Kuartal I 2025

Otomotif | Senin, 05 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:16 WIB

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:12 WIB

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:09 WIB

Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional

Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:04 WIB

BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional

BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 13:03 WIB

PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka

PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 13:01 WIB

Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 13:01 WIB

Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia

BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 12:57 WIB

×