- Wanita berinisial ANW melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual di SCBD.
- Polda Metro Jaya memeriksa pelapor sebanyak 23 pertanyaan terkait dugaan kekerasan seksual yang terjadi pada September 2026.
- Betrand Peto didampingi kuasa hukum membantah tudingan pelecehan tersebut dan menyatakan siap mengikuti proses hukum kepolisian.
Suara.com - Alfonsus Toribio Tenkudi alias Betrand Peto mendadak menjadi sorotan setelah mencuat kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan olehnya saat berada di tempat hiburan malam di kawasan SCBD, Jakarta.
Kasus yang menyeret anak angkat Ruben Onsu ini mencuat setelah Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan polisi dari seorang wanita berinisial ANW.
Kekinian, polisi mulai melakukan penyelidikan dengan memanggil pelapor untuk memberikan klarifikasi terkait kasus yang dialaminya.
ANW diperiksa oleh penyelidik Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPPA dan PPO) Polda Metro Jaya pada Senin (14/9/2026).
ANW mengaku mendapat 23 pertanyaan dari penyelidik terkait peristiwa yang dialaminya pada 12 September 2026 dini hari.
“Korban ditanya itu dengan 23 pertanyaan, termasuk pertama kali dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi,” kata kuasa hukum ANW, Deki Patria Nasution, dikutip Selasa (15/9/2026).
Dalam peristiwa tersebut, ANW mengaku mengalami memar setelah melakukan perlawanan saat Betrand diduga mencoba melakukan pelecehan.
Kuasa hukum ANW mengatakan kliennya mengalami luka di bagian leher, tangan, dan siku.
Kronologi Versi Korban
Berdasarkan pengakuan ANW, dugaan pelecehan bermula ketika ia bersama rekannya, DYP, mendatangi sebuah klub di kawasan SCBD sekitar pukul 02.00 WIB.
Setelah berada di klub, seorang pramusaji kemudian menghampiri ANW dan menawarkan untuk ikut bergabung dalam pesta yang diadakan Betrand Peto di sebuah private room.
Tawaran tersebut diterima setelah staf klub menjamin dan memastikan kondisi room tersebut aman.
“Aku enggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain. Si waitress ini sudah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, enggak bakal kenapa-kenapa,” tutur ANW di Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026) malam.
Setibanya di private room, ANW mengaku sempat bersulang dan menari bersama rombongan Betrand Peto.
Kondisi mulai berubah ketika ANW keluar ruangan untuk mengambil ponsel yang sebelumnya tertinggal di sofa di luar ruangan.
Saat kembali, ANW mendapati rekannya, DYP, sudah tidak berada di tempat semula karena sedang pergi ke toilet.
Ketika ANW sedang bermain ponsel, Betrand kemudian menghampirinya. Menurut ANW, Betrand mengajaknya untuk mengecek kondisi DYP yang sudah cukup lama berada di toilet.
Namun, setibanya di depan toilet, ANW mengaku justru mendapat perlakuan yang disebutnya sebagai pelecehan dari Betrand Peto.

Polisi Akan Periksa Betrand Peto
Polda Metro Jaya akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Betrand Peto terkait kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno mengatakan pihak terlapor nantinya juga akan dimintai keterangan dalam rangkaian penyelidikan.
“Tentunya nanti ke depan tim penyidik akan mengagendakan juga untuk mengambil keterangan dari para pihak yang terkait,” kata Onkoseno, Senin (14/9/2026).
Sebelum memeriksa Betrand, polisi terlebih dahulu meminta keterangan dari pelapor dan saksi-saksi lainnya.
“Setelah laporan polisi diterima, kemudian dilakukan serangkaian membuat administrasi penyelidikan dan selanjutnya dari tim penyidik yang menangani akan meminta keterangan terhadap pelapor, saksi-saksi, juga akan meminta visum,” jelasnya.
Onkoseno menuturkan, peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi di tempat hiburan di wilayah SCBD. Namun, polisi belum menyampaikan kronologi kejadian karena masih dalam proses penyelidikan.
“Kronologis, itu nanti masih akan didalami oleh tim penyidik. Untuk itu masih dalam pendalaman penyidik ya. Nanti akan disampaikan lebih lanjut,” tutur dia.
Tanggapan Betrand Peto
Merespons tudingan dan laporan tersebut, Betrand Peto yang didampingi pengacara membantah telah melakukan pelecehan seksual.
Anak angkat Ruben Onsu itu mengatakan sama sekali tidak mengenal perempuan yang mengaku sebagai korban.
“Permasalahan yang dibilang tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali. Aku pun enggak kenal sama mereka,” kata Betrand Peto di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin.
Betrand kemudian menjelaskan keberadaannya di klub malam pada Sabtu dini hari. Menurut dia, kedatangannya ke lokasi tersebut untuk bernyanyi bersama teman-temannya setelah selesai syuting.
“Jadi aku datang ke situ karena pengin karaokean sama teman-teman, nyanyi-nyanyi. Habis pulang syuting,” ucap Betrand Peto.
Suasana santai tersebut, menurut Betrand, mendadak terusik ketika dua perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya masuk ke dalam ruang karaoke mereka.
“Sampai detik ini kita enggak tahu mereka siapa. Hanya orang yang tiba-tiba masuk ke room. Onyo (panggilan ke Betrand Peto) pun tidak tahu mereka siapa,” kata pengacara Betrand Peto, Koko Joseph.
Karena tidak mengenal kedua perempuan tersebut, Betrand mengaku memilih fokus mengobrol dan makan bersama teman-temannya.
Penyanyi asal NTT itu juga membantah berada di bawah pengaruh alkohol saat berada di klub.
“Tidak ada, tidak ada. Onyo tidak dalam pengaruh alkohol,” kata Koko Joseph.
Betrand juga mengaku tidak memperhatikan aktivitas kedua perempuan tersebut.
“Karena aku konsennya cuma sama teman-teman, jadi aku tuh tidak memperhatikan mereka,” tuturnya.
Betrand baru menghampiri salah satu perempuan tersebut setelah melihatnya menangis. Ia kemudian bertanya mengenai alasan perempuan itu menangis.
“Saya pun bertanya kepada perempuannya, gitu. Kenapa bisa nangis? Gitu, dan dia tuh enggak ada jawab sama sekali. Enggak ada kasih aku untuk jawaban kayak ‘aku nangis gara-gara ini’, enggak,” katanya.
Menurut Betrand, keributan kemudian terjadi setelah teman perempuan tersebut menghampirinya dan mempertanyakan apa yang terjadi.
“Dia bertanya sambil tarik baju, lalu tangan. Tapi aku cuma diam,” imbuh Betrand Peto.
Teman Betrand kemudian disebut tidak terima dan terlibat perkelahian dengan perempuan tersebut. Adegan jambak-jambakan pun terjadi di dalam ruangan.
“Aku bilang, enggak usah berantem. Akhirnya dipisahkan sama orang yang jaganya di sana, dipisahkan. Setelah dipisahkan, aku duduk, aku duduk lagi di sofa, aku duduk diam,” ucap penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut.
Betrand pun mempertanyakan munculnya laporan yang menuding dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan tersebut.
“Enggak ada (pelecehan),” tegasnya.
Meski telah memberikan keterangan dan bantahan, perkara tersebut telah masuk dalam laporan polisi. Betrand mengatakan siap mengikuti proses hukum yang berjalan.
“Aku di sini dan aku enggak akan tambah-tambahin kata-kata, tambah-tambahin cerita dan aku siap, gitu, karena dari diriku sendiri, aku enggak mungkin untuk melakukan itu,” tandasnya.
Hingga saat ini, kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret Betrand Peto masih dalam tahap penyelidikan.
Meski telah memeriksa pelapor, polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap Betrand. Aparat juga belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.