Kisah Anggota DPR yang Tak Kenal Mobil Dinas, Setara dengan Rakyat

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:08 WIB
Kisah Anggota DPR yang Tak Kenal Mobil Dinas, Setara dengan Rakyat
Anggota Kabinet Merah Putih sudah menyemarakkan suasana hari kemerdekaan jelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Saat di banyak negara pejabat publik seperti anggota DPR identik dengan kemewahan, muncul anomali yang luar biasa.

Anggota parlemen (DPR) di Swedia tidak mendapatkan fasilitas khusus, termasuk dalam urusan transportasi harian.

Mereka hidup dan diperlakukan sama seperti rakyat yang mereka wakili: berdesakan di bus dan kereta umum.

Ini bukan pencitraan, melainkan sebuah budaya dan sistem yang sudah mengakar kuat di negara tersebut.

Di Swedia, kemewahan atau hak istimewa bukanlah bagian dari kamus seorang politisi. Tanpa mobil dinas atau supir pribadi, para menteri dan anggota parlemen Swedia bepergian dengan transportasi publik bersama warga lainnya.

"Tanpa mobil dinas atau sopir pribadi, para menteri dan anggota parlemen Swedia bepergian dengan bus dan kereta api yang penuh sesak, layaknya warga negara yang mereka wakili," demikian kutipan dari Mail and Guardian.

Bahkan, politisi yang nekat menghabiskan uang rakyat untuk naik taksi ketimbang transportasi massal bisa menjadi berita besar dan merusak citra. Juru bicara Parlemen pun hanya dibekali kartu untuk transportasi umum.

Dari seluruh pejabat tinggi negara, hanya ada satu orang yang berhak menggunakan mobil dinas permanen dari pasukan keamanan.

Siapa dia? Tentu saja Perdana Menteri.

baca juga

Ini menunjukkan betapa ketatnya aturan mengenai penggunaan fasilitas negara, bahkan untuk para wakil rakyat.

Fakta Menarik Fasilitas Pejabat Swedia

Untuk memberi gambaran lebih jelas, berikut adalah rincian fasilitas transportasi untuk para pejabat di Swedia:

  • Hanya 3 Unit Mobil Dinas: Parlemen Swedia hanya memiliki tiga unit mobil Volvo S80.
  • Penggunaan Terbatas: Mobil tersebut hanya boleh digunakan oleh ketua DPR dan tiga wakilnya untuk keperluan tugas resmi parlemen, bukan untuk antar-jemput ke rumah.
  • Tidak Ada Sopir Pribadi: Konsep supir pribadi untuk pejabat hampir tidak dikenal di sana.
  • Transportasi Publik Jadi Andalan: Kartu akses transportasi publik adalah "fasilitas" utama yang mereka terima.

Mengapa mereka memilih jalan ini? Jawabannya sederhana: untuk tetap membumi dan benar-benar memahami denyut nadi kehidupan masyarakat.

Seorang anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat, Per-Arne Hakansson, menjelaskan filosofi ini dengan lugas.

"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," ujar Hakansson seperti dikutip BBC News.

"Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," katanya.

Baginya, kehormatan terbesar seorang pejabat bukanlah fasilitas yang didapat, melainkan kesempatan untuk menentukan arah kebijakan negara.

"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Heboh Tunjangan Rumah DPR Tembus Rp50 Juta, Istana Ogah Ikut Campur: Tanyakan ke Bu Menkeu

Heboh Tunjangan Rumah DPR Tembus Rp50 Juta, Istana Ogah Ikut Campur: Tanyakan ke Bu Menkeu

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:41 WIB

Geger Tunjangan Naik: Gaji DPR RI Salip Parlemen Malaysia, Pepet Singapura

Geger Tunjangan Naik: Gaji DPR RI Salip Parlemen Malaysia, Pepet Singapura

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:28 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×