Ganjar Pranowo Tinjau Langsung Kondisi Pasca-Demo Jogja, Tunggangannya Jadi Salah Fokus

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:54 WIB
Ganjar Pranowo Tinjau Langsung Kondisi Pasca-Demo Jogja, Tunggangannya Jadi Salah Fokus
Ganjar Pranowo tinjau lokasi pasca demo pecah di Yogyakarta (TikTok)

Suara.com - Penampilan Ganjar Pranowo saat memantau kondisi terkini pasca-aksi "Jogja Memanggil" sukses mencuri perhatian.

Bukan soal agenda politisnya saja, melainkan tunggangan yang ia pilih: sebuah Ducati Scrambler Sixty2 yang gagah. 

Momen tersebut terjadi saat Ganjar Pranowo meninjau langsung situasi di sekitar Polda DIY yang dilaporkan sudah kembali kondusif pada Sabtu pagi (30/8/20225).

Setelah semalaman suasana sempat tegang, jalanan di sekitar lokasi sudah kembali dibuka dan dapat dilintasi oleh masyarakat umum.

Namun, bagi para pencinta otomotif, ada hal lain yang lebih menyita perhatian ketimbang situasi di lokasi.

Fokus mata langsung tertuju pada motor bergaya neo-retro yang ditunggangi Ganjar, sebuah Ducati Scrambler Sixty2 seperti dilansir dari TikTok @ganjarpranowo.

Ganjar Pranowo tinjau lokasi pasca demo pecah di Yogyakarta (TikTok)
Ganjar Pranowo tinjau lokasi pasca demo pecah di Yogyakarta (TikTok)

Membelah Aspal dengan Ducati Scrambler Sixty2: Bukan Sekadar Moge!

Pilihan Ganjar Pranowo jatuh pada Ducati Scrambler Sixty2 bukan tanpa alasan.

Motor ini dikenal sebagai gerbang masuk ke dunia Ducati yang premium, namun dengan karakter yang lebih bersahabat dan lincah untuk kondisi jalanan urban.

Baca Juga: Ketua Komisi XI Bantah Ada Agenda Menikmati Sydney Marathon di Tengah Rangkaian Demo Jakarta

Ini bukan sekadar motor gede (moge) untuk pamer, tapi sebuah statement gaya hidup yang fungsional.

Penasaran apa saja yang membuat motor ini istimewa? Mari kita bedah 5 fakta utamanya.

1. Jantung Pacu L-Twin yang Ikonik

Ducati Scrambler Sixty2 menggendong mesin L-Twin berkapasitas 399cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 40 hp dan torsi 34 Nm.

Mesin ini terkenal dengan penyaluran tenaganya yang halus di putaran bawah-menengah, membuatnya sangat cocok untuk bermanuver di tengah kota tanpa harus "menghentak-hentak" seperti moge berkapasitas lebih besar.

2. Desain 'Post-Heritage' yang Timeless

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?