Ganjar Pranowo Tinjau Langsung Kondisi Pasca-Demo Jogja, Tunggangannya Jadi Salah Fokus

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:54 WIB
Ganjar Pranowo Tinjau Langsung Kondisi Pasca-Demo Jogja, Tunggangannya Jadi Salah Fokus
Ganjar Pranowo tinjau lokasi pasca demo pecah di Yogyakarta (TikTok)

Mengusung konsep "Scrambler," motor ini punya desain yang terinspirasi dari motor dual-sport era 60-an namun dibalut dengan sentuhan modern.

Tangki baja berbentuk tetesan air mata, lampu depan bulat dengan frame LED, dan stang lebar adalah ciri khasnya.

Desain ini membuatnya jadi kanvas sempurna bagi para penyuka kustomisasi.

Ducati Scrambler Sixty2 dipajang dalam ajang GIIAS 2016 di Tangerang Selatan, Senin (15/8/2016). [Suara.com/Dythia Novianty]
Ducati Scrambler Sixty2 dipajang dalam ajang GIIAS 2016 di Tangerang Selatan, Senin (15/8/2016). [Suara.com/Dythia Novianty]

3. Fitur Modern untuk Rider Masa Kini

Meskipun tampilannya klasik, fiturnya tetap kekinian. Sistem pengereman sudah dibekali teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dari Bosch sebagai standar.

Ini adalah fitur keselamatan krusial yang memberikan kepercayaan diri lebih saat harus melakukan pengereman mendadak di berbagai kondisi jalan.

4. Dimensi Ramping, Handling Lincah

Dengan bobot basah sekitar 183 kg dan tinggi jok 790 mm, Scrambler Sixty2 tergolong ramah untuk postur rata-rata orang Indonesia.

Dimensinya yang ringkas dan wheelbase yang tidak terlalu panjang membuatnya sangat lincah saat meliuk-liuk di kemacetan, sebuah karakter yang pas untuk kegiatan blusukan.

Baca Juga: Jakarta Membara Ditinggal Plesiran? DPR Salahkan Travel Agent soal Jadwal 'Nonton Sydney Marathon'

5. Harga yang 'Masuk Akal' untuk Sebuah Ducati

Inilah bagian yang paling menarik. Scrambler Sixty2 sering disebut sebagai "Baby Scrambler" atau Ducati paling terjangkau.

Di Indonesia, motor ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 240,9 Juta.

Angka ini menempatkannya sebagai pilihan menarik bagi mereka yang ingin merasakan sensasi dan gengsi merek Italia tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk model-model di atasnya.

Pada akhirnya, pilihan Ganjar Pranowo menggunakan Ducati Scrambler Sixty2 menunjukkan pemahaman akan fungsi dan gaya.

Motor ini membuktikan bahwa untuk meninjau kondisi di lapangan, tunggangan yang dipilih tak hanya harus bertenaga, tetapi juga lincah, aman, dan tentunya, punya daya tarik visual yang kuat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?