5 Fakta RON 95 Malaysia vs Pertalite Indonesia, Selisih Harganya Mengejutkan

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 23 September 2025 | 17:44 WIB
5 Fakta RON 95 Malaysia vs Pertalite Indonesia, Selisih Harganya Mengejutkan
Ilustrasi perbandingan harga Pertalite di Indonesia vs RON 95 Malaysia (Suara x Gemini)
baca 10 detik
  • RON 95 Malaysia lebih murah dari Pertalite Indonesia.
  • Subsidi meluas, SPBU swasta Malaysia pun menikmatinya.
  • Kualitas lebih baik dengan harga jauh lebih rendah.

Suara.com - Pernahkah Anda membayangkan bahwa bahan bakar dengan kualitas lebih baik justru jauh lebih murah di negara tetangga Malaysia?

Ini bukan sekadar isu, melainkan realita harga BBM RON 95 di Malaysia

Bersiaplah terkejut, karena Anda akan menemukan 5 fakta mencengangkan yang menjelaskan perbedaan mencolok ini. Mari kita selami lebih dalam perbandingan harga bahan bakar yang bikin geleng-geleng kepala ini.

Ini Dia Fakta-Fakta yang Membuat Pengendara Indonesia Iri:

1. Perbedaan Harga yang Bikin Melongo

Petronas dalam waktu dekat akan melakukan PHK kepada 5.000 karyawannya. [Antara]
Petronas dalam waktu dekat akan melakukan PHK kepada 5.000 karyawannya. [Antara]

Harga RON 95 di Malaysia dibanderol 1,99 ringgit Malaysia per liter atau setara Rp 7.864 (kurs RM1=Rp3.952).

Ini adalah harga yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan Pertalite di Indonesia yang saat ini dipatok Rp 10.000 per liter.

Jelas sekali, ada gap harga yang signifikan, hampir 30 persen lebih murah di Malaysia.

2. Subsidi Pemerintah Malaysia yang Menyeluruh

baca juga

Rahasia di balik harga BBM yang sangat terjangkau di Malaysia adalah subsidi masif dari pemerintah.

Pemerintah Malaysia menggelontorkan subsidi sekitar RM 1.65 per liter untuk RON 95, membuat harga ecerannya jauh lebih rendah.

Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Malaysia untuk menstabilkan harga energi bagi warganya.

3. Kualitas BBM yang Lebih Tinggi dengan Harga Lebih Rendah

Ilustrasi SPBU Pertamina (Dok.pertamina)
Ilustrasi SPBU Pertamina (Dok.pertamina)

Fakta yang paling membuat kita terkejut adalah kualitas RON 95 di Malaysia sejatinya setara dengan Pertamax (RON 92) atau bahkan mendekati Pertamax Turbo (RON 98) di Indonesia.

Namun, seperti yang sudah disebutkan, harganya justru lebih rendah dari Pertalite (RON 90) yang kualitasnya di bawah RON 95.

Konsumen di Malaysia jelas mendapatkan value for money yang luar biasa; mereka membayar lebih sedikit untuk bahan bakar yang lebih baik.

4. Skema Subsidi Indonesia yang Berbeda

Indonesia juga memiliki skema subsidi untuk bahan bakar, terutama untuk Pertalite dan Solar.

Namun, mekanisme dan besarannya mungkin berbeda, yang pada akhirnya membuat harga eceran tetap lebih tinggi dibandingkan di Malaysia.

Meskipun ada upaya untuk menekan harga, disparitas harga yang mencolok ini menunjukkan adanya perbedaan fundamental dalam strategi energi kedua negara. Ini menciptakan dilema bagi pengendara di perbatasan yang melihat langsung perbedaannya.

5. Implikasi dan Pertanyaan Besar bagi Pengendara Indonesia

Perbedaan harga yang drastis ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat Indonesia.

Mengapa kita harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar dengan kualitas yang lebih rendah?

Fakta ini tidak hanya memicu diskusi tentang kebijakan energi, tetapi juga tentang efisiensi subsidi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Ini menjadi perbandingan yang relevan bagi kita, para milenial dan anak muda yang selalu mencari solusi cerdas untuk mengelola pengeluaran.

Perbandingan harga BBM RON 95 di Malaysia dengan Pertalite di Indonesia memang memberikan gambaran yang menarik sekaligus menantang.

Subsidi pemerintah Malaysia yang luas, bahkan hingga ke SPBU swasta, menjadi kunci utama mengapa mereka bisa menawarkan bahan bakar berkualitas lebih baik dengan harga yang jauh lebih rendah.

Fakta ini tentu saja menjadi bahan perenungan penting bagi kita semua, khususnya dalam konteks kebijakan energi dan kesejahteraan masyarakat. Semoga informasi ini memberikan wawasan baru bagi Anda, para pencari informasi otomotif dan penghematan cerdas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Mobil Hanya Boleh Isi Pertalite 7 Hari Sekali? Cek Fakta Aturan Terbaru Pertamina 2025

Benarkah Mobil Hanya Boleh Isi Pertalite 7 Hari Sekali? Cek Fakta Aturan Terbaru Pertamina 2025

News | Selasa, 23 September 2025 | 15:03 WIB

ESDM Jamin Dalam 7 Hari ke Depan Tak Ada Kekosongan Stok BBM di SPBU Swasta

ESDM Jamin Dalam 7 Hari ke Depan Tak Ada Kekosongan Stok BBM di SPBU Swasta

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 13:11 WIB

Harga BBM RON 95 Turun di Malaysia, Lebih Murah dari Pertalite

Harga BBM RON 95 Turun di Malaysia, Lebih Murah dari Pertalite

Otomotif | Senin, 22 September 2025 | 16:12 WIB

Terkini

5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju

5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:52 WIB

Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank

Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:19 WIB

AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang

AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:45 WIB

Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155

Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:25 WIB

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:48 WIB

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:30 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:25 WIB

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:15 WIB