Nama & Identitas – Nissan resmi menamai SUV barunya Tekton, terinspirasi bahasa Yunani yang berarti "arsitek", menegaskan ambisi membangun SUV berkarakter kuat untuk melawan HR-V dan Creta.
Desain & Interior – Terinspirasi Nissan Patrol dengan grille besar, bodi berotot, lampu LED C-shaped, serta interior premium tiga warna yang memberi kesan modern dan mewah di kelas menengah.
Platform & Prospek Pasar – Dibangun di atas platform global CMF-B dengan opsi mesin NA dan turbo, Tekton siap meluncur 2026 dan berpotensi jadi penantang serius di segmen SUV kompak-menengah Asia.
Suara.com - Pasar SUV kompak dan menengah di Asia sedang memanas. Setelah lama hanya jadi rumor, Nissan akhirnya mengumumkan nama resmi SUV terbarunya yang akan meluncur pada 2026.
Seperti Suara.com kutip dari Motorbeam, mobil ini diberi nama Nissan Tekton, sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tukang" atau "arsitek."
Nama ini seolah menegaskan ambisi Nissan untuk merancang SUV yang bukan hanya fungsional, tapi juga punya karakter kuat untuk bersaing dengan pemain mapan seperti Honda HR-V dan Hyundai Creta.
Desain Terinspirasi Nissan Patrol
Dari sisi tampilan, Tekton mengambil inspirasi dari SUV flagship Nissan, yaitu Patrol. Grille besar dengan desain tegas, kap mesin berotot, serta garis bodi yang kokoh membuatnya terlihat gagah.
Lampu depan dan belakang menggunakan C-shaped LED signature yang menyambung, memberi kesan modern sekaligus premium.
Detail lain yang menarik adalah tulisan "Tekton" di bagian hidung mobil, bumper dual-tone, aksen silver di pintu depan, hingga spoiler atap di bagian belakang.
Velg multi-spoke dengan fender melebar menambah kesan sporty, cocok untuk konsumen muda yang ingin tampil beda.
Interior Premium dengan Sentuhan Tiga Warna
Baca Juga: Trik dan Tips agar Cat Mobil Selalu Kinclong, Nggak Cepat Kusam
Nissan juga sudah memberi bocoran interior Tekton. Dashboard-nya tampil unik dengan kombinasi tiga warna: material soft-touch, panel hitam glossy, dan strip tembaga yang membentang di seluruh dashboard.
Kombinasi ini membuat kabin terasa lebih mewah dibanding SUV kompak kebanyakan.
Meski detail lengkap interior baru akan diumumkan mendekati peluncuran, bocoran ini sudah cukup memberi gambaran bahwa Nissan ingin menghadirkan kesan premium bahkan di segmen menengah.
Platform dan Mesin

Tekton akan berbagi platform dengan Renault Duster generasi terbaru, yakni arsitektur CMF-B milik aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Platform ini dikenal fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai model global.
Untuk mesin, Nissan belum mengumumkan detail resmi. Namun, besar kemungkinan Tekton akan hadir dengan pilihan mesin naturally aspirated dan turbo-petrol, serta opsi transmisi manual maupun otomatis.
Dengan kombinasi ini, Nissan bisa menyesuaikan varian sesuai kebutuhan pasar di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara.
Team-BHP mencatatkan bahwa Nissan mungkin menawarkan C-SUV baru dengan mesin turbo-bensin 1,3 liter. Dikatakan menghasilkan 152 BHP dan 250 Nm dan akan dipasangkan dengan transmisi otomatis dual-clutch 7 percepatan.
Bocoran Uji Jalan
Sebelum nama Tekton diumumkan, beberapa media otomotif seperti 91Wheels sudah menangkap gambar uji jalan SUV ini. Meski masih tertutup kamuflase, posturnya terlihat berotot dengan garis tegas dan spoiler belakang.
Unit uji coba juga terlihat menggunakan ban 225/60 R17, wheel cover, serta wiper belakang dengan washer—indikasi bahwa yang diuji adalah varian menengah.
Lawan Berat di Segmen SUV

Jika benar masuk ke pasar Asia, Nissan Tekton akan langsung berhadapan dengan deretan SUV populer: Honda HR-V, Toyota Corolla Cross, Hyundai Creta, Suzuki Grand Vitara, Mitsubishi Xforce, Kia Sonet, hingga Chery Omoda 5.
Dengan desain gagah, interior premium, dan platform global yang fleksibel, Tekton punya modal kuat untuk bersaing.
Peluncuran Nissan Tekton pada 2026 bisa menjadi titik balik penting bagi Nissan di segmen SUV kompak-menengah.
Nama yang terinspirasi dari kata “arsitek” ini seolah menandakan bahwa Nissan sedang membangun fondasi baru untuk bersaing lebih serius.
Jika harga dan fitur bisa diposisikan dengan tepat, Tekton berpotensi menjadi salah satu pemain kunci di pasar yang kini dikuasai HR-V dan Creta.
Perlahan tapi pasti, misteri SUV baru Nissan mulai terkuak—dan para pesaingnya jelas harus bersiap menghadapi tantangan baru.