Suara.com - Mulai pertengahan bulan Oktober 2025, beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai tersentuh hujan intensitas ringan, sedang hingga tinggi. Ada rekomendasi mobil keluarga anti banjir dibawah Rp 100 juta, yang bikin perjalanan dalam maupun luar kota tetap aman dan nyaman.
Mobil keluarga anti banjir dengan budget dibawah Rp 100 juta, biasanya tersedia dalam versi bekas. Meskipun begitu beberapa brand mokas tetap mempunyai mesin prima, sehingga aman melintas di jalanan yang penuh genangan air.
Selain kondisi mesin, ciri khas lain mobil bekas anti banjir terletak pada ground clearance nya. Semakin tinggi ground clearance makin kuat saat berada pada kondisi jalan yang tergenang air.
Beberapa tipe mobil keluarga anti banjir terbaik dengan harga terjangkau, umumnya memiliki fitur keselamatan berupa ABS dan EBD. Sehingga minim resiko saat berada di jalanan basah.
Deretan Mobil Keluarga Anti Banjir Versi Bekas Harga Terjangkau
Ada beberapa brand mobil keluarga anti banjir versi bekas, yang terbukti handal melewati jalanan basah maupun penuh genangan air. Mulai tipe SUV, LCGC hingga MPV. Berikut penjelasan singkatnya.
Toyota Rush

Mobil Toyota Rush bekas di bawah Rp 100 juta biasanya model tahun 2013 sampai 2014, memiliki mesin 1500 cc, 4 silinder mampu menghasilkan tenaga maksimal 109 HP dan torsi maksimal 145 Nm. Tersedia dua pilihan transmisi yaitu manual atau otomatis.
Mobil kapasitas 7 orang mempunyai beberapa alternatif pilihan seperti Toyota Rush 1.5 S A/T harga mulai Rp 80 juta, Toyota Rush G M/T harga sekitar Rp 85 juta dan Toyota Rush TRD Sportivo 2013 harga Rp 71 juta.
Fitur mobil ini bikin nyaman dan aman penggunanya. Interior lapang, beberapa tipe sudah dilengkapi layar sentuh, power outlet, lingkar kemudi multifungsi. Ada juga ventilasi AC pada baris belakang serta dilengkapi ABS dan audio player.
Daihatsu Terios

Daihatsu Terios bekas di bawah Rp 100 juta, biasanya model generasi pertama mulai tahun 2006 sampai 2014. Mesinnya memakai 1.5L DOHC VVT-i, tipe 3SZ-VE, menghasilkan tenaga maksimal 109 PS pada 6000 rpm dan torsi 145 NM pada 4000 rpm.
Terios tahun awal dirancang untuk bisa menampung kapasitas 7 orang, menggunakan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan.
Meskipun produksi awal, tapi sudah dilengkapi fitur keselamatan berupa ABS/EBD, isofix, airbag. Sedangkan untuk fitur kenyamanan ada ac belakang, kamera mundur, layar sentuh, soket listrik, koneksi bluetooth.
Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga bekas generasi pertama antara tahun 2012 sampai 2017, mempunyai harga beli per unit di bawah Rp 100 juta. Performa cenderung handal menggunakan mesin 1373 cc, tipe K14B, DOHC, 4 silinder VVT dengan tenaga maksimal 95 HP dan torsi 130 Nm.
Suzuki Ertiga menyediakan dua tipe transmisi yaitu manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan. Mobil ini banyak dicari karena irit bahan bakar, berkat VVT hanya membutuhkan 12 km/liter untuk dalam kota, 18 km/liter perjalanan luar kota.
Beberapa fitur keamanan serta kenyamanan tersedia seperti kabin 7 orang, AC double blower, multi information display, audio steering switch, head unit double din, immobilizer, sensor parkir, dual SRS airbag, rem ABS dan EBD.
Daihatsu Sigra

Daihatsu Sigra bekas harga dibawah Rp 100 juta, umumnya memiliki pilihan mesin 1.0L atau 1.2L yang menggunakan transmisi manual 5 percepatan.
Mobil keluarga ini muat menampung 7 orang, konsumsi bahan bakar hemat. Tipe Sigra 1.0L mencapai 20 sampai 22 km/liter, lalu Sigra 1.2L sekitar 17 sampai 19 km/liter.
Selain itu, beberapa fitur tambahan lain tersedia seperti sensor parkir, central locking, ventilasi AC belakang, keyless entry, headlamps otomatis, audio 2DIN.
Toyota Avanza

Toyota Avanza bekas dibawah Rp 100 juta, biasanya masuk generasi pertama yaitu tahun 2004 sampai 2011. Tipenya sendiri berupa E dan G mempunyai mesin 1.3L.
Model generasi pertama tersebut memberikan mesin bertenaga 87 HP, torsi 116 Nm, kabin muat sampai 7 orang, konsumsi bahan bakarnya hemat banget sekitar 12 sampai 14 km/liter.
Saat membeli pada dealer mobil bekas, pembeli akan menemukan dua pilihan transmisi yaitu manual (M/T) atau otomatis (A/T).
Kontributor : Damayanti Kahyangan