Vinfast Kenalkan Pesaing BYD M6 di GJAW 2025

Sabtu, 22 November 2025 | 20:46 WIB
Vinfast Kenalkan Pesaing BYD M6 di GJAW 2025
Vinfast Limo Green, sang penantang BYD M6, diperkenalkan di GJAW 2025 pada Jumat (21/11/2025). [Suara.com/Michele Alessandra Amabelle]
Baca 10 detik
  • VinFast Indonesia memperkenalkan mobil listrik tujuh penumpang, sementara disebut Limo Green, sebagai pesaing BYD M6.
  • Mobil listrik ini ditampilkan eksklusif di Indonesia sebelum debut global Maret 2026, sekaligus mengajak publik memberi nama.
  • Pabrik VinFast akan beroperasi di Semester I 2026, dengan target TKDN di atas 40 persen.

Suara.com - VinFast Indonesia memperkenalkan mobil listrik baru khusus untuk Indonesia, yang untuk sementara disebut sebagai Vinfast Limo Green di arena Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025 yang berlangsung di ICE, BSD pada 21 - 30 November 2025. Mobil listrik 7 penumpang ini akan menjadi penantang EV laris BYD M6.

Vinfast Limo Green cocok untuk mobil keluarga di Indonesia, karena memiliki kapasitas tujuh penumpang. Selain itu ia juga cocok menjadi taksi.

“Hari ini kami memperkenalkan dua model baru yang revolusioner. Salah satunya Limo Green, yang kami bawa sebagai early release exclusive preview khusus untuk konsumen Indonesia,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, di ICE BSD, Jumat (21/11/2025).

Kerry menjelaskan bahwa Limo Green memang ditampilkan lebih awal di Indonesia sebelum peluncuran globalnya yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.

Uniknya lagi Kerry mengajak publik Indonesia untuk memberikan nama bagi mobil listrik keluarga tersebut.

“Untuk VinFast Limo, kami mengajak masyarakat Indonesia memberikan nama khusus bagi varian yang akan dipasarkan di sini,” jelasnya.

Menurut Kerry, keterlibatan publik dalam proses penamaan ini merupakan bagian dari pendekatan VinFast yang menganggap Indonesia sebagai rumah kedua. Dengan cara ini, perusahaan berharap nama yang dipilih benar-benar mencerminkan karakter dan selera konsumen Tanah Air.

Dalam kesempatan yang sama Kerry juga menegaskan komitmen VinFast untuk memperkuat kehadiran di Indonesia melalui pembangunan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang saat ini tengah memasuki tahap persiapan akhir. Pabrik ini juga akan memproduksi VF3, yang sudah lebih dulu dipasarkan di Tanah Air.

“Jadi nanti pabrik kita yang di Subang itu akan mulai produksinya pada Semester I 2026. Dua model pertama yang akan kami rakit adalah VF3,” beber Kerry di ICE BSD, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Belajar dari VinFast, Mampukah Mobil Nasional Era Prabowo Dobrak Dominasi Asing?

Kerry menerangkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mobil-mobil yang diproduksi di Subang akan berkisar di atas 40 persen. Ini penting karena menjadi syarat wajib bagi insentif dari pemerintah.

“Untuk TKDN kita akan sesuai dengan aturan pemerintah yaitu 40 persen di 2026 dan naik menjadi 60 persen pada 2027,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini prioritas produksi akan diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar domestic terlebih dahulu. Selain itu, VinFast juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan setir kanan untuk pasar global.

“Saat ini prioritas kami pasar lokal terlebih dulu. Tapi jika ke depannya lebih ekonomis dijadikan base production untuk setir kanan, tentu akan kami jalankan,” katanya.

Pabrik Subang fase pertama ini dirancang memiliki kapasitas terpasang hingga 50.000 unit per tahun. Namun, angka tersebut bisa berkembang seiring kebutuhan pasar dan proses ramp-up produksi.

“Lima puluh ribu itu kapasitas terpasang. Pengoperasiannya tentu bertahap karena ada learning curve. Jika dibutuhkan, kami bisa menambah shift,” ujar Kerry.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI