Suara.com - Mobil matic 60 jutaan menjadi pilihan terbaik untuk Anda yang mendambakan kendaraan praktis untuk perjalanan jarak jauh luar kota maupun dalam kota super padat, dengan budget terbatas.
Mobil transmisi otomatis memang memberikan kepraktisan saat digunakan, Bahkan, fitur modern berbasis kenyamanan dan keamanan bikin kendaraan tipe ini selalu populer di tengah gempuran persaingan ketat termasuk hadirnya mobil listrik.
Meskipun matic, ada beberapa brand mobil yang terkenal tangguh menghadapi tantangan selama perjalanan. Termasuk bertemu dengan tanjakan, tetap mampu melintas sempurna.
Lantas, merk mobil matic apa saja yang kuat menghadapi tanjakan? Berikut pilihan menariknya sesuai dengan budget Anda.
Deretan Mobil Matic 60 Jutaan yang Kuat Menghadapi Tanjakan
Beberapa merk mobil berikut ini sudah terbukti handal melibas tanjakan tanpa drama mesin mendadak ngambek. Karakteristik utamanya menggunakan fitur penggerak roda belakang khusus untuk medan berat.
1. Daihatsu Xenia

Pilihan matic populer yang kuat di tanjakan ini sudah lama dikenal tangguh menghadapi kondisi jalan. Biasanya beberapa model lama yang memakai penggerak roda belakang (RWD).
Daihatsu Xenia matic Rp 60 jutaan merupakan varian bekas tipe 1.3 Xi VVT-i atau 1.3 Li VVT-i generasi pertama, tepatnya tahun produksi 2007 sampai 2010.
Spesifikasi umum menggunakan mesin 1.3 L yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 97 HP, transmisi otomatis dengan kapasitas 7 penumpang.
Xenia matic mempunyai penggerak khusus yang tepat untuk medan tanjakan berupa Front Wheel Drive (FWD).
Mobil keluarga ini didesain dengan fitur canggih mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang maupun pengendara berupa power steering, rem depan ventilated disc, rem belakang drum.
Kabinnya tergolong lega dengan dukungan wheelbase 2750 mm serta ground clearance 195 mm.
2. Toyota Avanza

Generasi awal matic Avanza menjadi pilihan terbaik untuk menghadapi tanjakan, karena adanya fitur RWD yang bisa diandalkan.
Umumnya mobil Toyota Avanza generasi pertama umumnya produksi tahun 2004 sampai 2005, model paling mendekati untuk transmisi otomatis berupa tipe S.
Selain itu, beberapa tipe G juga memiliki transmisi otomatis pada tahun yang lebih muda dengan kondisi tertentu.
Mobil keluarga keluaran Toyota tersebut mempunyai kapasitas mesin 1329 cc menghasilkan tenaga 86 sampai 92 dk, torsi 120 Nm pada 4400 rpm dan kapasitas 7 penumpang.
Karena termasuk tipe mobil usia tua, sebelum membeli hendaknya pilih yang kondisinya baik serta rutin servis.
3. Suzuki APV

Suzuki APV termasuk pilihan lain untuk mobil keluarga tangguh, khususnya model lama yang pakai penggerak roda belakang. Sehingga cocok dipakai perjalanan jauh dan medan berat.
Suzuki APV matic bekas umumnya keluaran tahun produksi awal yaitu 2005 sampai 2010.
Kriteria APV matic yang masuk kriteria harga beli Rp 60 jutaan, umumnya memakai mesin 1493 cc, tipe G15A, 4 silinder segaris, 16 katup SOHC, transmisi otomatis 4 percepatan dengan kapasitas 7 penumpang.
Spesifikasi mesin seperti itu mampu menghasilkan tenaga 92 sampai 95 hp dengan torsi 126 hingga 128 Nm.
Desain keseluruhan lega dan lapang dengan dimensi panjang 1455 mm, lebar 1655 mm, tinggi 1865 mm dan wheelbase 2625 mm.
4. Kia Picanto

Meskipun masuk kategori mobil kecil, Kia Picanto bekas harga Rp 60 jutaan sudah mempunyai mesin bertenaga handal dengan kapasitas 1.2 L dan torsi 120 Nm serta transmisi otomatis yang kuat untuk tanjakan ringan.
Kia Picanto dengan harga seperti itu, biasanya masuk generasi awal sekitar tahun 2010 sampai 2012, berupa tipe city car (mobil perkotaan), menggunakan transmisi otomatis dan irit bahan bakar.
Spesifikasi umum mobil tersebut menggunakan mesin bensin 1248 cc yang mampu menghasilkan tenaga 83-86 Hp dan torsi 120-122 Nm, transmisi otomatis 4 percepatan, kapasitas 5 penumpang.
Konsumsi bahan bakarnya juga efisien banget untuk jalan perkotaan sekitar 14,9 kmpl, sedangkan perjalanan luar kota membutuhkan 22,2 kmpl.
Mobil sudah menggunakan fitur tambahan berupa eco mode, yang mengoptimalkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.
Kontributor : Damayanti Kahyangan