Cuma Gara-gara Botol Air Mineral, Pemilik Ioniq 5 Rugi Rp190 Juta

Kamis, 04 Desember 2025 | 16:00 WIB
Cuma Gara-gara Botol Air Mineral, Pemilik Ioniq 5 Rugi Rp190 Juta
Cuma Gara-gara Botol Air Mineral, Pemilik Ioniq 5 Rugi Rp 190 Juta [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Insiden air mineral tumpah di kabin Hyundai Ioniq 5 sebabkan kerusakan sistem kelistrikan fatal.
  • Biaya perbaikan tembus Rp190 juta karena harus ganti total kabel bodi, garansi resmi ditolak.
  • Peringatan keras bagi pemilik mobil listrik akan kerentanan komponen elektronik di lantai kabin.

Total tagihan perbaikan mencapai  11.882 Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp190 jutaan (kurs saat ini).

Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]
Hyundai Ioniq 5 dipamerkan di GIIAS 2024. Berkat teknologi V2L, Bluelink dan pengisian daya yang fleksibel, mobil listrik ini cocok untuk mereka yang produktif. [Suara.com/Alfian Winanto]

Garansi dan Asuransi Lepas Tangan

Penderitaan pemilik tidak berhenti pada nominal tagihan saja, tetapi juga pada penolakan klaim perlindungan.

Pihak Hyundai menegaskan bahwa kerusakan ini disebabkan oleh faktor eksternal (tumpahan air), bukan cacat produksi pabrik.

Artinya, garansi kendaraan tidak berlaku dan pemilik wajib menanggung biaya sepenuhnya.

Upaya klaim ke perusahaan asuransi State Farm pun berujung jalan buntu yang mengecewakan.

Asuransi menolak dengan dalih kerusakan komponen terjadi secara bertahap (korosi), bukan akibat satu insiden kecelakaan tunggal.

Kerentanan Tersembunyi Mobil Listrik

Kasus ini memicu diskusi panas di kalangan pakar otomotif mengenai desain keamanan komponen EV.

Baca Juga: Toyota Produksi Lokal Baterai Mobil Listrik bZ4X, Bukti Komitmen untuk Indonesia

Berikut adalah fakta teknis yang perlu Anda waspadai sebagai pemilik mobil listrik:

  • Posisi Komponen Sensitif: Banyak EV menempatkan modul kelistrikan dan harness utama di lantai kabin yang rawan terkena cairan.
  • Perlindungan Minim: Tidak semua konektor kabel di interior dirancang waterproof atau tahan air sepenuhnya seperti komponen eksterior.
  • Biaya Servis Tinggi: Diagnosa dan penggantian komponen EV seringkali membutuhkan alat khusus yang membuat biaya jasa melambung tinggi.

Kejadian ini menjadi pelajaran mahal bahwa teknologi canggih pada mobil listrik menuntut kedisiplinan ekstra dalam menjaga kebersihan dan kekeringan kabin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI