Daya Beli Rendah, Nasib Mobil Listrik Indonesia Terancam Jika Tanpa Subsidi

Manuel Jeghesta Nainggolan | Michele Alessandra Amabelle | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2025 | 11:31 WIB
Daya Beli Rendah, Nasib Mobil Listrik Indonesia Terancam Jika Tanpa Subsidi
Ilustrasi mobil listrik dengan jarak tempuh hingga 1.000 km (Freepik)
  • Penjualan mobil listrik naik berkat insentif pemerintah, namun keberlanjutan adopsi terancam saat subsidi dicabut.
  • Pembeli saat ini didominasi early adopters mapan; pasar perlu menjangkau segmen early majority lebih luas.
  • Tantangan utama adalah persepsi depresiasi nilai jual kembali yang membuat masyarakat enggan membeli mobil listrik.

Suara.com - Tren penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan grafik yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan angka penjualan ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah yang menggelontorkan berbagai kebijakan insentif dan subsidi. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menstimulus pasar otomotif tanah air yang mulai melirik teknologi elektrifikasi. Namun, situasi ini memunculkan kekhawatiran baru mengenai keberlanjutan adopsi kendaraan ramah lingkungan tersebut apabila keran subsidi ditutup di masa depan.

Research Associate ID COMM, Inu Machfud, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. Ia menilai bahwa insentif yang ada saat ini berfungsi sebagai pemicu awal, namun belum tentu menjamin loyalitas pasar jangka panjang tanpa bantuan pemerintah.

“Kebijakan ini sifatnya menciptakan momentum untuk market. Momentum untuk orang yang ingin beli mobil listrik. Tapi ternyata yang membeli justru bukan segmen pengguna mobil Rp200 jutaan. Yang beli adalah mereka yang punya affordability lebih,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Analisis tersebut mengindikasikan bahwa konsumen kendaraan listrik saat ini masih didominasi oleh kelompok early adopters. Profil pembeli di segmen ini umumnya adalah masyarakat yang melek teknologi, mapan secara finansial, dan menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan tambahan, bukan satu-satunya aset transportasi. Agar ekosistem ini bertahan, pasar harus bisa menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas atau early majority.

“Artinya kalau mau sustain, pasar harus bergeser dari early adopters ke early majority. Maka dari itu PR nya adalah bagaimana menembus segmen yang lebih luas,” katanya.

Tantangan terbesar untuk menembus pasar massal adalah pola pikir masyarakat Indonesia yang masih menganggap mobil sebagai aset investasi. Depresiasi harga atau penurunan nilai jual kembali mobil listrik bekas yang drastis menjadi momok tersendiri bagi calon konsumen.

“Harga jual mobil listrik jatuh banget. Bahkan, banyak responden bilang mobil listrik akan dipakai “sampai habis”, bukan dijual. Padahal bagi masyarakat, mobil itu bukan cuma alat transportasi tapi juga aset,” tambahnya.

Kendati demikian, mobil listrik memiliki keunggulan kompetitif dari sisi efisiensi biaya harian yang jauh lebih hemat dibandingkan mobil konvensional. Inu memaparkan data perbandingan biaya operasional antara Toyota Yaris dan Wuling Binguo yang cukup mencolok.

“Yaris itu setahun total bensin, servis, pajak sekitar Rp35 juta. Sementara Wuling Binguo, dipakai 1,5 tahun totalnya cuma Rp5 juta. Edukasi seperti ini penting supaya market yang lebih luas bisa meng-absorb,” ujarnya.

Di sisi lain, peneliti ID COMM, Claudius Surya, menekankan bahwa faktor fundamental ekonomi makro tidak bisa diabaikan. Keberhasilan transisi ke kendaraan listrik tanpa subsidi sangat bergantung pada kemampuan dompet masyarakat.

“Supaya sustainable tanpa subsidi, daya beli kita harus naik dulu. Kalau daya beli nggak naik, nggak bakal sustainable,” katanya.

Claudius menyoroti fakta bahwa mobil paling laris di Indonesia masih berada di kisaran harga Rp200 juta. Hal ini berbeda dengan pasar negara maju di mana standar mobil terlaris sudah berada di angka Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga Mobil Listrik BYD Desember 2025: Atto 3 Superior Tak Lagi Dijual?

Update Harga Mobil Listrik BYD Desember 2025: Atto 3 Superior Tak Lagi Dijual?

Otomotif | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:05 WIB

Riset Ungkap Fakta Adopsi Mobil Listrik Indonesia Masih Didominasi Kalangan Tertentu

Riset Ungkap Fakta Adopsi Mobil Listrik Indonesia Masih Didominasi Kalangan Tertentu

Otomotif | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:38 WIB

Belajar dari Tragedi Baterai Drone, Pemilik Mobil Listrik Diminta Waspada

Belajar dari Tragedi Baterai Drone, Pemilik Mobil Listrik Diminta Waspada

Otomotif | Kamis, 11 Desember 2025 | 15:29 WIB

Terkini

Start Buncit Bukan Kiamat, Taktik Jitu Veda Ega Libas 8 Motor dan Amankan Klasemen Rookie Moto3

Start Buncit Bukan Kiamat, Taktik Jitu Veda Ega Libas 8 Motor dan Amankan Klasemen Rookie Moto3

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 09:29 WIB

Kronologi Motor Alex Marquez Hancur di MotoGP Catalunya, Patah Tulang Berujung Operasi Instan

Kronologi Motor Alex Marquez Hancur di MotoGP Catalunya, Patah Tulang Berujung Operasi Instan

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 08:56 WIB

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:02 WIB

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:45 WIB

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:49 WIB

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:10 WIB

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:11 WIB

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:31 WIB

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:48 WIB