10 Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak yang Wajib Kamu Ketahui

Ruth Meliana Suara.Com
Minggu, 04 Januari 2026 | 16:25 WIB
10 Perbedaan Motor 2 Tak dan 4 Tak yang Wajib Kamu Ketahui
ilustrasi motor trail (freepik)
Baca 10 detik
  • Mesin 2 tak menyelesaikan siklus pembakaran dalam satu putaran crankshaft, berbeda dengan 4 tak yang membutuhkan dua putaran.
  • Mesin 4 tak lebih unggul efisiensi bahan bakar dan memiliki tingkat emisi polusi yang jauh lebih rendah dibandingkan 2 tak.
  • Secara konstruksi, mesin 2 tak lebih sederhana dan ringan, namun 4 tak menawarkan torsi stabil serta umur pakai komponen lebih panjang.

Suara.com - Motor, atau lebih tepatnya mesin pembakaran dalam, adalah jantung dari kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil, atau alat berat. Di dunia otomotif, dua jenis mesin yang paling populer adalah mesin 2 tak (two-stroke) dan 4 tak (four-stroke).

Meskipun keduanya berfungsi untuk mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi gerakan mekanis, ada perbedaan mendasar yang memengaruhi performa, efisiensi, dan penggunaannya. Artikel ini akan membahas 10 perbedaan motor 2 tak dan 4 tak yang wajib kamu ketahui.

1. Siklus Kerja Mesin

Mesin 2 tak menyelesaikan satu siklus pembakaran (intake, compression, power, exhaust) hanya dalam satu putaran crankshaft, atau dua langkah piston (naik dan turun). Ini membuatnya lebih sederhana dan cepat.

Sebaliknya, mesin 4 tak membutuhkan dua putaran crankshaft atau empat langkah piston untuk satu siklus lengkap. Hasilnya, mesin 4 tak lebih halus dalam operasinya, tapi memerlukan lebih banyak komponen seperti katup intake dan exhaust yang terpisah.

2. Efisiensi Bahan Bakar

Salah satu kelemahan utama mesin 2 tak adalah efisiensi bahan bakar yang rendah. Karena proses intake dan exhaust terjadi secara bersamaan, sebagian bahan bakar bisa terbuang melalui knalpot tanpa terbakar sempurna.

Mesin 4 tak, dengan siklus yang lebih terpisah, memanfaatkan bahan bakar lebih baik, sehingga lebih irit. Menurut data dari produsen seperti Honda, mesin 4 tak bisa menghemat hingga 30-50% bahan bakar dibandingkan 2 tak untuk ukuran mesin yang sama.

3. Tingkat Emisi Polusi

Baca Juga: Trio Motor 2 Tak Legendaris yang Mudah Dirawat: Dikoleksi Oke, Dijual Mahal pun Laku!

Mesin 2 tak dikenal sebagai penghasil emisi yang tinggi karena campuran oli dan bensin yang dibakar, menghasilkan asap biru dan polutan seperti hidrokarbon serta karbon monoksida. Ini membuatnya kurang ramah lingkungan dan sering dilarang di negara-negara dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa.

Di sisi lain, mesin 4 tak memiliki sistem pembakaran yang lebih bersih, dengan katalisator yang bisa mengurangi emisi hingga 90%, sehingga lebih sesuai dengan standar Euro 5 atau lebih tinggi.

4. Output Tenaga dan Torsi

Untuk ukuran dan berat yang sama, mesin 2 tak biasanya menghasilkan tenaga lebih besar karena siklus pembakaran yang lebih sering (setiap putaran crankshaft). Ini ideal untuk aplikasi yang membutuhkan akselerasi cepat, seperti motor trail atau chainsaw.

Namun, mesin 4 tak unggul dalam torsi yang stabil pada RPM rendah hingga menengah, membuatnya lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari seperti commuting di kota.

5. Sistem Pelumasan

Pada mesin 2 tak, oli pelumas dicampur langsung dengan bensin (rasio biasanya 1:50), yang berarti oli ikut terbakar selama proses. Ini sederhana tapi bisa menyebabkan endapan karbon.

Mesin 4 tak menggunakan sistem pelumasan terpisah dengan sump oli, pompa, dan filter, yang lebih efektif dalam menjaga kebersihan mesin dan memperpanjang umur pakai komponen seperti piston dan ring.

6. Berat dan Ukuran Mesin

Desain mesin 2 tak lebih ringkas dan ringan karena tidak memerlukan katup, camshaft, atau rocker arm seperti pada 4 tak. Bobotnya bisa 20-30% lebih ringan, sehingga populer di kendaraan kecil seperti skuter atau perahu motor.

Mesin 4 tak, meskipun lebih berat, menawarkan kestabilan yang lebih baik dan cocok untuk motor besar seperti Harley-Davidson atau mobil.

7. Biaya Produksi dan Perawatan

Mesin 2 tak lebih murah untuk diproduksi karena komponennya lebih sedikit, dan perawatannya sederhana—cukup ganti busi dan bersihkan karburator secara rutin. Namun, karena oli campur, biaya operasional bisa lebih tinggi jika sering digunakan.

Mesin 4 tak memerlukan perawatan lebih intensif seperti ganti oli rutin setiap 5.000 km, tapi umur pakainya lebih panjang, sering kali mencapai 100.000 km tanpa overhaul besar.

8. Suara dan Getaran

Suara knalpot mesin 2 tak cenderung lebih nyaring dan berdering, sering disebut "breng-breng", dengan getaran yang lebih kuat karena siklus yang cepat. Ini bisa menyenangkan bagi penggemar modifikasi, tapi melelahkan untuk perjalanan jauh.

Mesin 4 tak menghasilkan suara yang lebih halus dan getaran minimal berkat balancer shaft, membuatnya lebih nyaman untuk rider pemula atau touring.

9. Aplikasi Penggunaan

Mesin 2 tak banyak digunakan di alat-alat ringan seperti gergaji mesin, pemotong rumput, atau motor off-road karena kepraktisannya. Namun, produksinya semakin dibatasi karena isu lingkungan.

Mesin 4 tak mendominasi pasar otomotif modern, dari sepeda motor harian seperti Yamaha NMAX hingga mobil dan truk, karena keseimbangan antara performa dan efisiensi.

10. Masa Depan dan Inovasi

Di era elektrifikasi, mesin 2 tak mulai ditinggalkan, tapi ada inovasi seperti injeksi langsung untuk mengurangi emisi.

Mesin 4 tak terus berkembang dengan teknologi hybrid atau turbocharger, seperti pada motor sport modern. Menurut laporan dari International Energy Agency, transisi ke mesin 4 tak dan listrik akan mendominasi hingga 2030, meninggalkan 2 tak untuk niche market saja.

Dalam kesimpulan, pilihan antara motor 2 tak dan 4 tak tergantung pada kebutuhan Anda. Jika mencari kesederhanaan dan tenaga instan, 2 tak bisa jadi pilihan. Tapi untuk efisiensi, kenyamanan, dan ramah lingkungan, 4 tak jelas unggul.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI