Apakah Aman Membeli Mobil Bekas Banjir? Pelajari Dulu Risikonya

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:26 WIB
Apakah Aman Membeli Mobil Bekas Banjir? Pelajari Dulu Risikonya
Mobil bekas banjir apakah aman dibeli? (freepik)

3. Korosi pada Rangka dan Bodi Bawah

Air banjir sering mengandung garam dan zat kimia yang mempercepat proses karat. Bagian kolong mobil, rangka, dan suspensi menjadi area yang paling rawan mengalami korosi. Jika tidak terdeteksi sejak awal, karat dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan.

4. Masalah pada Sistem Pengereman

Rem yang terendam air berisiko mengalami karat dan penurunan performa. Kampas dan cakram rem bisa menjadi tidak optimal, sehingga jarak pengereman semakin panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Biaya Perbaikan Tinggi dan Berulang

Mobil bekas banjir biasanya membutuhkan perbaikan menyeluruh, mulai dari mesin, kelistrikan, hingga interior. Meski sudah diperbaiki, performanya jarang bisa kembali normal 100 persen dan masih berpotensi mengalami kerusakan lanjutan di masa depan.

Tips Mengecek Mobil Bekas sebelum Membeli

Agar terhindar dari kerugian, lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli mobil bekas.

Mulailah dengan test drive untuk merasakan performa mesin, suspensi, dan kemudi. Dengarkan apakah ada suara tidak wajar saat mobil berjalan.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Mobil Bekas yang Tidak Layak Beli, Bodi Kinclong dan Harga Bukan Jaminan

Selanjutnya, periksa mesin dengan menyalakannya beberapa menit dan cek apakah muncul getaran berlebih atau bau terbakar. Jangan lupa mengecek oli, apakah tercampur air atau terjadi kebocoran.

Perhatikan juga bagian bawah mobil, apakah terdapat bekas karat atau rembesan cairan. Terakhir, cek interior dan kelistrikan, termasuk fungsi lampu, AC, dan panel indikator.

Demikian itu informasi untuk menjawab mobil bekas banjir apakah aman dibeli. Mobil bekas banjir pada dasarnya memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan mobil bekas tabrakan karena kerusakannya sering tersembunyi dan berdampak langsung pada mesin serta kelistrikan. 

Jika tidak teliti, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan justru bisa jauh lebih mahal dibandingkan membeli mobil bekas normal.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mempertimbangkan risiko jangka panjang agar tidak menyesal di kemudian hari.

Kontributor : Mutaya Saroh

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI