Apa Saja Faktor yang Bikin Harga Mobil Terjun Bebas?

Cesar Uji Tawakal

Senin, 19 Januari 2026 | 06:25 WIB
Apa Saja Faktor yang Bikin Harga Mobil Terjun Bebas?
Chevrolet Trax. (Drive Place)
baca 10 detik
  • Harga mobil mewah bekas sangat turun drastis karena adanya pajak tahunan kepemilikan yang tinggi wajib dibayar pemilik baru.
  • Konsumsi bahan bakar mobil mewah umumnya boros sebab mayoritas dibekali mesin berkapasitas sangat besar, kurang sesuai tren efisiensi.
  • Mahalnya harga suku cadang dan terbatasnya akses bengkel spesialis menjadi penghalang utama memiliki mobil mewah bekas.

Suara.com - Pasar mobil bekas sering kali menghadirkan kejutan. Mobil-mobil mewah yang saat baru harganya selangit, bisa turun drastis ketika masuk pasar seken.

Bahkan, beberapa model yang dulunya jadi simbol status kini bisa dibeli dengan harga setara mobil baru kelas entry-level.

Meski terlihat menggiurkan, ada alasan kuat mengapa harga mobil-mobil tersebut bisa anjlok, dan faktor-faktor ini penting dipahami sebelum buru-buru membeli.

1. Pajak Tahunan Tinggi

Mobil mewah umumnya dijual dengan harga baru yang mahal. Konsekuensinya, pajak tahunan juga ikut tinggi.

Bagi pemilik baru di pasar bekas, biaya pajak ini tetap berlaku, sehingga banyak calon pembeli mundur setelah menghitung pengeluaran tahunan.

2. Mesin Besar, Konsumsi Bahan Bakar Boros

Mayoritas mobil mewah dibekali mesin berkapasitas besar. Tenaga memang melimpah, tapi konsumsi bensin juga lebih tinggi.

Di tengah tren efisiensi dan harga BBM yang terus naik, mobil boros bahan bakar jadi kurang diminati.

baca juga

3. Harga Onderdil Mahal

Meski sudah berstatus bekas, harga onderdil mobil mewah tetap tinggi. Komponen yang dirancang premium tidak bisa dibandingkan dengan mobil mass-market. Biaya perawatan pun otomatis lebih besar, membuat banyak orang berpikir ulang sebelum membeli.

Renault Kwid Climber
Renault Kwid Climber

4. Bengkel Terbatas

Tidak semua bengkel bisa menangani mobil mewah. Bahkan merek terkenal sekalipun sering kali hanya bisa ditangani di bengkel resmi atau bengkel spesialis di kota besar. Bagi pemilik di daerah, keterbatasan akses servis jadi masalah besar.

5. Merek Inkonsisten

Beberapa merek mobil pernah masuk ke Indonesia, lalu hengkang setelah beberapa tahun. Ketika kembali lagi, kepercayaan konsumen sudah berkurang. Orang cenderung memilih merek mainstream yang lebih stabil, sehingga mobil dari merek yang “bolak-balik” kehilangan nilai jual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Manual Bekas vs Mobil Matic Bekas, Mana yang Lebih Untung Jangka Panjang?

Mobil Manual Bekas vs Mobil Matic Bekas, Mana yang Lebih Untung Jangka Panjang?

Otomotif | Minggu, 18 Januari 2026 | 19:45 WIB

Jarak Tempuh Wuling Cloud EV vs BYD M6 Mending Mana?

Jarak Tempuh Wuling Cloud EV vs BYD M6 Mending Mana?

Otomotif | Minggu, 18 Januari 2026 | 17:05 WIB

Mobil Awet Suzuki dengan Harga Kurang dari 50 Jutaan, Ini 4 Opsinya

Mobil Awet Suzuki dengan Harga Kurang dari 50 Jutaan, Ini 4 Opsinya

Otomotif | Minggu, 18 Januari 2026 | 16:54 WIB

SUV Compact Bekas Mitsubishi Xforce vs Honda HR-V Mending Mana?

SUV Compact Bekas Mitsubishi Xforce vs Honda HR-V Mending Mana?

Otomotif | Minggu, 18 Januari 2026 | 16:17 WIB

5 Kelemahan Mobil dengan Sunroof yang Jarang Orang Tahu

5 Kelemahan Mobil dengan Sunroof yang Jarang Orang Tahu

Otomotif | Minggu, 18 Januari 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×