Faktor paling signifikan terletak pada radius putar Yaris Bakpao yang hanya sebesar 4,7 meter, sangat jauh berbeda dengan Yaris Lele yang memiliki radius putar mencapai 5,7 meter.
Perbedaan satu meter ini terasa sangat nyata saat harus melakukan putar balik di jalan sempit atau ketika sedang parkir di lahan yang terbatas.
Kelincahan inilah yang membangun reputasi Yaris Bakpao sebagai mobil perkotaan yang jauh lebih fungsional dan menyenangkan untuk dikendarai sehari-hari.
Perbandingan ekonomis

Yaris Bakpao menawarkan keunggulan dari sisi harga beli yang sudah sangat terjangkau, dengan depresiasi harga yang relatif stabil sehingga nilai jual kembalinya cenderung terjaga.
Biaya pajak tahunan untuk model ini juga jauh lebih ringan bagi kantong karena faktor usia kendaraan, sehingga sangat cocok bagi mereka yang mencari mobil pertama dengan biaya pemilikan rendah.
Terkait efisiensi bahan bakar, Yaris Lele dengan mesin 2NR-FE dan transmisi CVT memang menawarkan konsumsi BBM yang sedikit lebih irit saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau rute tol.
Namun, untuk penggunaan dalam kota yang statis, perbedaan efisiensi di antara keduanya tidak terpaut terlalu jauh, mengingat bobot Yaris Bakpao yang lebih ringan mengimbangi teknologi mesin yang lebih lama.

- Yaris Bakpao
- Harga bekas Yaris Bakpao: Rp75 juta – Rp125 juta
- Pajak tahunan Yaris Bakpao: Rp2,2 juta – Rp2,8 juta
- Konsumsi BBM (Luar kota): 13-15 km/liter
- Konsumsi BBM (Dalam kota): 10-11 km/liter
- Yaris Lele
- Harga bekas Yaris Lele: Rp130 juta – Rp170 juta
- Pajak tahunan Yaris Lele: Rp3,3 juta – Rp4,5 juta
- Konsumsi BBM (Luar kota): 14-16 km/liter
- Konsumsi BBM (Dalam kota): 10-12 km/liter
Kontributor : Armand Ilham
Baca Juga: 4 Alasan Honda Jazz RS 2016 Disebut 'Mobil Penakluk Wanita', Pilihan Tepat Pemuda Pencari Jodoh