- 1.108 unit SUV Chery ditarik kembali karena risiko fatal mesin mati mendadak saat melaju.
- Masalah dipicu pemasangan klip kabel ECU yang tidak tepat sehingga menyebabkan gesekan berlebih.
- Chery sediakan layanan perbaikan gratis untuk unit Jaecoo J7 dan Tiggo 7 terdampak.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang bagi para pecinta otomotif, khususnya penggemar SUV asal Tiongkok. Chery Automobile Co., Ltd. baru saja mengumumkan penarikan kembali (recall) secara massal untuk ribuan unit kendaraan sport utility vehicle (SUV) andalan mereka.
Berdasarkan laporan yang terdaftar dengan nomor S2026M0007V pada 23 Januari 2026, langkah ini diambil setelah ditemukannya potensi cacat produksi yang bisa membahayakan keselamatan pengemudi.
Tidak main-main, risiko yang mengintai adalah mesin mobil yang bisa mati mendadak saat sedang dikendarai.
Siapa Saja yang Terdampak?
Dalam dokumen Defective Automotive Product Recall Regulations di China, tercatat ada 1.108 unit kendaraan yang masuk dalam daftar hitam perbaikan ini.
Model yang terdampak adalah dua jagoan Chery di segmen SUV kompak:
- Chery Tansuo 06: Di pasar global, termasuk Indonesia, mobil ini lebih dikenal dengan nama Jaecoo J7.
- Chery Tiggo 7 1.6T: Generasi terbaru dari lini Tiggo yang cukup laris manis.
Unit yang bermasalah diketahui merupakan hasil produksi dalam rentang waktu 1 April hingga 8 Desember 2025.
![Tiggo 7 Pro. [Chery]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/22/85113-tiggo-7-pro.jpg)
Masalah Sepele, Risiko Fatal
Apa sebenarnya yang terjadi pada mobil seharga Rp200 juta hingga Rp300 jutaan ini? Melansir dari CarNewsChina, masalah utamanya terletak pada komponen yang terlihat sepele namun vital: Klip pengikat kabel ECU (Electronic Control Unit).
Chery menemukan bahwa pada sebagian unit, klip ini tidak terpasang dengan presisi saat proses perakitan di pabrik.
Akibatnya, kabel cabang ECU menjadi longgar dan bergesekan dengan komponen lain seiring getaran mobil saat melaju.
Jika dibiarkan, gesekan terus-menerus ini akan mengikis lapisan pelindung kabel hingga putus atau korslet.
Skenario terburuknya? Mesin mobil bisa mati total secara tiba-tiba di tengah jalan.
Bayangkan jika ini terjadi saat Anda sedang melaju kencang di jalan tol. Tentu saja, ini adalah mimpi buruk keselamatan yang tidak ingin dialami siapa pun.
Harga Kompetitif, Respon Cepat
Sebagai konteks, di pasar China, kedua mobil ini dikenal memiliki value for money yang tinggi.
- Tiggo 7 1.6T (termasuk varian Sport & Plus) dibanderol mulai 87.900 yuan (Rp205 jutaan).
- Tansuo 06 (Jaecoo J7) dijual hingga 139.900 yuan (Rp327 jutaan).
Meskipun harganya kompetitif, Chery menunjukkan tanggung jawabnya. Pabrikan menjamin akan melakukan pemeriksaan menyeluruh secara gratis.
Solusi untuk Konsumen
Bagi unit yang teridentifikasi mengalami kesalahan pemasangan klip atau kerusakan kabel, Chery akan langsung mengganti komponen tersebut tanpa memungut biaya sepeser pun dari pemilik.
Pihak Chery di China juga proaktif menghubungi pemilik kendaraan melalui surat, telepon, dan pesan singkat. Meskipun recall ini saat ini berfokus pada pasar domestik China, bagi Anda pemilik Jaecoo J7 atau Tiggo 7 series di negara lain, tidak ada salahnya untuk tetap memantau kabar terbaru dari agen pemegang merek setempat sebagai langkah antisipasi.
Ingat, keselamatan berkendara adalah prioritas nomor satu!