- Aki kering menawarkan tegangan stabil dan bebas perawatan, cocok untuk motor injeksi modern.
- Aki basah lebih ekonomis namun butuh pengecekan air aki rutin agar tidak cepat rusak.
- Salah memilih jenis aki berisiko merusak komponen kelistrikan dan memicu kebocoran cairan asam.
Aki Basah: Tegangannya bisa fluktuatif (naik-turun) tergantung kondisi cairan di dalamnya. Jika cairan menurun atau kualitasnya jelek, suplai listrik ke mesin dan lampu bisa terganggu.
4. Adu Kuat: Durabilitas & Keamanan
Mana yang lebih awet? Sebenarnya aki basah bisa sangat awet jika Anda rajin merawatnya. Namun, realitanya banyak pengguna sering lupa, sehingga umur aki basah jadi pendek karena penguapan elektrolit.
Aki kering unggul karena lebih tahan terhadap getaran mesin dan suhu panas. Selain itu, dari sisi keamanan, aki kering menang telak karena minim risiko kebocoran cairan asam sulfat yang korosif (bisa bikin besi berkarat dan kulit iritasi).
5. Harga: Ada Harga, Ada Rupa
Di pasaran, aki basah memang menggoda iman karena harganya yang lebih ramah di kantong dan ketersediaannya melimpah di bengkel pinggir jalan sekalipun.
Namun, aki kering yang dibanderol sedikit lebih mahal menawarkan "ketenangan pikiran". Selisih harga tersebut adalah bayaran untuk teknologi canggih, keamanan, dan kebebasan dari rutinitas mengecek air aki.
Jika Anda hobi mengutak-atik motor dan ingin berhemat, aki basah adalah pilihan masuk akal. Namun, jika Anda menggunakan motor untuk mobilitas harian yang padat dan tidak ingin dipusingkan dengan perawatan, investasi lebih pada aki kering adalah keputusan yang paling bijak. Pilih yang mana? Sesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan motor Anda!
Baca Juga: Baterai HP Penuh, Aki Motor Malah Sekarat? Bongkar Tuntas Dosa Tersembunyi Ngecas di Motor