- Rotasi ban wajib dilakukan dengan pola berbeda berdasarkan sistem penggerak FWD, RWD, atau AWD untuk pemerataan keausan.
- Spooring penting untuk menyelaraskan sudut roda sesuai spesifikasi, ideal dilakukan setiap 10.000 km atau setelah benturan.
- Balancing memastikan roda berputar seimbang tanpa getaran, sebaiknya dilakukan bersamaan dengan rotasi ban rutin.
Suara.com - Ban mobil adalah salah satu komponen yang paling sering bekerja keras. Setiap kali mobil melaju, ban menanggung beban kendaraan sekaligus menghadapi gesekan dengan permukaan jalan.
Karena itu, keausan ban tidak pernah merata. Rotasi ban menjadi langkah penting agar umur ban lebih panjang, kenyamanan tetap terjaga, dan handling mobil tidak berubah.
Sayangnya, banyak pemilik mobil masih menganggap rotasi ban bisa dilakukan sembarangan.
Padahal, cara rotasi berbeda tergantung sistem penggerak mobil: Front Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), atau All Wheel Drive (AWD/4WD).
Jika salah, bukan hanya ban cepat habis, tapi juga bisa memengaruhi kestabilan mobil.
Selain rotasi, ada dua hal lain yang tidak kalah penting: spooring dan balancing. Ketiganya saling melengkapi untuk memastikan mobil tetap nyaman dikendarai, aman di jalan, dan tidak boros biaya perawatan.
Begini cara rotasi ban yang tepat seperti telah Suara.com rangkum dari situs resmi Mitsubishi:

Rotasi Ban Berdasarkan Sistem Penggerak
1. Front Wheel Drive (FWD)
Pada mobil berpenggerak roda depan, beban terbesar ada di ban depan. Cara rotasi yang benar adalah ban depan dipindah ke belakang dengan posisi menyilang (ban kiri depan ke kanan belakang, ban kanan depan ke kiri belakang).
Sementara itu, ban belakang dipindah ke depan di sisi yang sama. Tujuannya agar ban depan yang lebih cepat aus bisa diganti posisi dengan ban belakang yang lebih awet.
2. Rear Wheel Drive (RWD)
Untuk mobil berpenggerak roda belakang, beban terbesar ada di ban belakang. Rotasi dilakukan dengan cara ban belakang dipindah ke depan secara menyilang (ban kiri belakang ke kanan depan, ban kanan belakang ke kiri depan).
Sedangkan ban depan dipindah ke belakang di sisi yang sama. Dengan pola ini, keausan ban bisa lebih merata karena ban belakang biasanya lebih cepat habis.
3. All Wheel Drive (AWD/4WD)