Tata Motors Tiba-Tiba Pasok 70 Ribu Kendaraan Niaga untuk Logistik

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:53 WIB
Tata Motors Tiba-Tiba Pasok 70 Ribu Kendaraan Niaga untuk Logistik
Diler Tata Motors. [Tata Motors]
baca 10 detik
  • PT Tata Motors Distribusi Indonesia memasok 70.000 unit kendaraan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk sektor logistik.
  • Armada tersebut terdiri dari 35.000 pikap Tata Yodha dan 35.000 truk Tata Ultra T.7 untuk distribusi pertanian.
  • Kendaraan ini bertujuan memperkuat konektivitas pedesaan, efisiensi logistik, dan mendukung ketahanan pangan nasional Indonesia.

Suara.com - PT Tata Motors Distribusi Indonesia mengumumkan langkah besar dalam mendukung sektor logistik dan pertanian di Tanah Air. Anak perusahaan Tata Motors Limited tersebut telah menandatangani perjanjian untuk memasok 70.000 unit kendaraan yang akan digunakan untuk memperkuat distribusi dari lahan pertanian ke pasar serta pergerakan barang regional di seluruh Indonesia.

Dalam kesepakatan ini, Tata Motors akan menyediakan 35.000 unit pikap Tata Yodha dan 35.000 unit truk Tata Ultra T.7. Seluruh armada tersebut akan dikirimkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah perusahaan milik negara yang fokus pada modernisasi rantai pasok pertanian, pemberdayaan koperasi pedesaan, serta inisiatif ketahanan pangan nasional.

Melalui program strategis seperti Koperasi Desa dan Proyek Kelurahan Merah Putih, kendaraan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas pedesaan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Truk dan pikap Tata Motors dirancang khusus untuk menghadapi berbagai kondisi medan yang menantang guna menurunkan biaya logistik di Indonesia.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyatakan bahwa pesanan besar ini menjadi bukti kepercayaan pelanggan terhadap keandalan kendaraan komersial mereka.

"Pesanan ini mencerminkan penerimaan berkelanjutan terhadap kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan kendaraan tersebut untuk beroperasi secara andal di berbagai kondisi. Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk kinerja berkelanjutan, waktu operasional yang tinggi, dan ekonomi operasional yang efisien. Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional. Kami tetap berkomitmen untuk memperluas jejak global solusi mobilitas India melalui kendaraan dan penawaran yang menggabungkan skala, keandalan, dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi pelanggan kami," kata Asif Shamim, dikutip Jumat (20/2/2026).

Tata Yodha hadir sebagai platform mobilitas jarak pendek yang tangguh untuk menghubungkan desa ke pasar secara lancar. Di sisi lain, Tata Ultra T.7 menawarkan performa tinggi dengan kenyamanan berkendara untuk mendukung logistik  di jaringan perkotaan maupun pedesaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:48 WIB

DPR Pertanyakan Alasan Agrinas Impor Pikap India untuk Koperasi Merah Putih

DPR Pertanyakan Alasan Agrinas Impor Pikap India untuk Koperasi Merah Putih

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:43 WIB

Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:23 WIB

Terkini

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

×