- BYD meluncurkan Linghui M9, MPV pintu geser khusus armada taksi online di pasar otomotif China.
- Mobil ini menggunakan teknologi plug-in hybrid dengan mesin 1.5T dan baterai Blade khas pabrikan BYD.
- Memiliki desain mewah ala Toyota Alphard dengan dimensi lega dan lampu belakang motif simpul khas.
Dimensi Ekstra Lega untuk Kenyamanan Penumpang
Sebagai mobil yang ditujukan untuk melayani penumpang, kenyamanan kabin adalah harga mati. Linghui M9 menjawab kebutuhan tersebut dengan dimensi yang sangat memadai.
Mobil ini memiliki panjang 5.200 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.805 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3.045 mm.
Dimensi ini menjamin ruang kaki dan kepala yang sangat lapang di dalam kabin. Dengan berat kosong 2.470 kg, MPV ini menjanjikan stabilitas tinggi saat melaju di jalanan perkotaan.
Selain itu, BYD menawarkan berbagai konfigurasi opsional untuk armada taksi, mulai dari pilihan sunroof (kecil atau ganda), kaca non-privasi (sesuai regulasi taksi di beberapa wilayah), hingga teknologi modern seperti kaca spion berbasis kamera dan kamera belakang.
Dapur Pacu: Perpaduan Mesin Turbo dan Baterai Blade
Beralih ke sektor performa, Linghui M9 tidak main-main. Mengandalkan sistem plug-in hybrid (PHEV), mobil ini menggabungkan efisiensi dan tenaga.
Dapur pacunya ditenagai oleh mesin bensin 1.5T (Turbo) yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 115 kW.
Mesin pembakaran ini bekerja secara harmonis dengan motor listrik sinkron magnet permanen bertenaga 200 kW. Tentu saja, sebagai DNA asli BYD, mobil ini ditenagai oleh Baterai Blade yang terkenal sangat aman, awet, dan tahan terhadap panas ekstrem.
Kehadiran BYD Linghui M9 menjadi standar baru bagaimana sebuah armada taksi online seharusnya dirancang. Dengan perpaduan desain MPV pintu geser yang mewah, dimensi kabin yang lega, serta mesin hybrid yang efisien, perjalanan menggunakan taksi online kini tak ubahnya seperti menumpangi kendaraan premium pribadi.
Kita tunggu saja, apakah BYD nantinya akan membawa konsep armada mewah ini untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia?