Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:26 WIB
Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC
Tata Yodha Pick up (Tata Motors)
baca 10 detik
  • PT Agrinas mengimpor 105 ribu kendaraan niaga dari India untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. 
  • Tata Yodha memiliki mesin bertenaga besar dengan sasis kuat untuk angkut beban hingga 2 ton. 
  • Harga Tata Yodha sangat terjangkau, berkisar Rp157 juta hingga Rp170 jutaan untuk varian 4x4. 

Suara.com - Pasar kendaraan komersial di Indonesia bersiap menyambut gebrakan besar. Belakangan ini, ramai beredar kabar bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara akan mendatangkan secara utuh (CBU) 105.000 unit kendaraan niaga dari pabrikan otomotif India.

Kendaraan-kendaraan "pekerja keras" ini didatangkan khusus untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Dari total jumlah raksasa tersebut, 35.000 unit merupakan Mahindra Scorpio Pick Up, sedangkan 70.000 unit sisanya dipasok oleh Tata Motors (terdiri dari 35.000 Tata Yodha Pick Up dan 35.000 Ultra T.7 Light Truck).

Kehadiran armada asal India ini tentu menjadi sorotan. Pasalnya, segmen pikap dengan sistem penggerak empat roda (4x4) di Tanah Air selama ini seolah menjadi "taman bermain" eksklusif bagi raksasa Jepang seperti Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.

Sebagai gambaran, saat ini harga Toyota Hilux 4x4 double cabin dibanderol mulai dari Rp456,3 juta hingga Rp545,9 juta.

Sementara sang rival, Mitsubishi Triton 4x4, bermain di kisaran angka Rp380 jutaan hingga Rp550 jutaan. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah kendaraan niaga operasional.

Sebagai alternatif, pikap India sebenarnya bukan hal baru. Mahindra Scorpio Pik Up sudah masuk ke Indonesia via RMA Group sejak 2019 dengan harga lebih bersahabat, yakni Rp278 juta (single cabin) dan Rp318 juta (double cabin).

Namun, nama Tata Yodha rupanya sukses memicu rasa penasaran netizen.

Mengenal Tata Yodha: Sang Kuda Beban yang Misterius

baca juga
Tata Yodha Pick up (Tata Motors)
Tata Yodha Pick up (Tata Motors)

Bagi telinga masyarakat umum Indonesia, nama Tata Yodha Pick Up mungkin terdengar asing. Hal ini sangat wajar.

Pasalnya, pikap tangguh ini masuk ke Indonesia melalui jalur proyek BUMN atau instansi (B2B) dan memang tidak dijual secara retail atau umum di diler-diler pinggir jalan.

Lantas, sehebat apa spesifikasinya? Tata Motors merancang Yodha murni sebagai kendaraan niaga ringan lintas medan.

Mobil ini diplot untuk melibas kebutuhan angkut barang berat di sektor distribusi, pertanian, konstruksi ringan, hingga logistik menembus jalanan pedesaan yang belum diaspal.

Di balik kap mesinnya, Tata Yodha menggendong mesin diesel berkapasitas 2.2 liter Direct Injection (DI) yang sudah memenuhi standar emisi terbaru di India.

Mesin ini menyemburkan tenaga 100 dk pada 3.750 rpm. Namun, senjata utamanya ada pada torsi badak sebesar 250 Nm yang sudah meledak di putaran mesin sangat rendah (1.000–2.500 rpm).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:21 WIB

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 06:50 WIB

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:57 WIB

Terkini

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

×