- PT Agrinas mengimpor 105 ribu pickup dari India yang memicu polemik standar emisi kendaraan.
- India telah menerapkan standar emisi ketat BS6 atau setara Euro 6 sejak April 2020.
- Pickup Mahindra Scorpio berstandar Euro 4 sah di Indonesia, namun sudah dilarang di India.
Suara.com - Dunia otomotif Tanah Air tengah dihebohkan oleh langkah besar PT Agrinas Pangan Nusantara. Keputusan perusahaan tersebut untuk mengimpor 105 ribu unit pickup dari India memicu perdebatan panas di berbagai kalangan.
Alih-alih disambut sebagai angin segar bagi industri niaga, muncul dugaan tak sedap yang menyebut Indonesia hanya dijadikan "tong sampah" alias tempat pembuangan pickup usang yang sudah tidak laku di negara asalnya.
Benarkah tudingan tersebut? Mari kita bedah faktanya dari sisi regulasi dan spesifikasi teknis.
Akar Masalah: Jurang Standar Emisi India vs Indonesia
Kecurigaan publik bermula dari perbedaan tajam mengenai regulasi emisi gas buang antara India dan Indonesia.
Saat ini, India telah menetapkan standar emisi yang sangat ketat bernama Bharat Stage 6 (BS6), yang secara teknis setara dengan standar global Euro 6.
Di sisi lain, salah satu armada pickup yang diimpor ke Indonesia, yakni Mahindra Scorpio, diketahui tidak memenuhi standar BS6 tersebut.
Jika merujuk pada laman resmi Mahindra Indonesia dan brosur produknya, pickup tangguh ini masih mengandalkan mesin dengan standar Euro 4 (setara BS4).

Regulasi Ketat India: Langsung Lompat ke BS6
Mengapa Mahindra Scorpio berstandar BS4 dibilang "barang buangan"? Jawabannya ada pada aturan ketat pemerintah India.
Disitat dari Transportpolicy, India membuat keputusan radikal dengan melompat langsung dari standar BS4 ke BS6 tanpa melewati masa transisi BS5.
Regulasi tersebut tertuang dalam Automotive Industry Standard (AIS) 137 tentang Bharat Stage VI yang diterbitkan oleh Ministry of Road Transport & Highways (MoRTH) India. Aturan ini resmi berlaku secara nasional sejak April 2020.
Artinya, kendaraan niaga maupun penumpang dengan standar emisi di bawah BS6—termasuk spesifikasi Euro 4—sudah haram beroperasi atau dijual sebagai kendaraan baru di jalanan India selama enam tahun terakhir.
Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2023, India memasuki fase BS6 Phase 2 (Real Driving Emissions/RDE).
Pengujian emisi kini dilakukan langsung di kondisi jalan nyata, bukan lagi sekadar simulasi laboratorium. Hal ini memaksa pabrikan di India untuk memproduksi kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan.