- GAIKINDO fokus mengembangkan kendaraan roda empat, terutama pick up komersial, melalui manufaktur utuh yang diminati di Asia Tenggara.
- Tujuh produsen besar anggota GAIKINDO memproduksi pick up dengan kapasitas nasional melebihi 400.000 unit per tahun.
- Pengembangan industri otomotif lokal melibatkan ribuan perusahaan komponen dan menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja nasional.
Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO bersama para anggotanya terus memperkuat ekosistem otomotif nasional dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Fokus utama pengembangan saat ini menyasar pada kendaraan roda empat atau lebih, termasuk kategori kendaraan komersial jenis pick up yang menjadi tulang punggung berbagai sektor usaha.
Industri otomotif Indonesia telah membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan platform pick up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi guna atau MPV.
Transformasi yang awalnya bekerja sama dengan industri karoseri kini telah berkembang menjadi proses manufaktur utuh atau fully manufactured. Inovasi ini membuat produk otomotif tanah air sangat digemari tidak hanya di pasar domestik namun juga di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran GAIKINDO Anton Kumonty menjelaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar menjadi kunci utama.
"Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada didalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial didalam negeri," ujar Anton, Jumat (27/2/2026).
Saat ini tercatat ada tujuh produsen besar anggota GAIKINDO yang memproduksi pick up kelas menengah ke bawah.
Perusahaan tersebut meliputi PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia atau Wuling Motors, PT Sokonindo Automobile atau DFSK, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor.
Secara akumulatif, kapasitas produksi pick up nasional telah menembus angka lebih dari 400.000 unit per tahun.
Baca Juga: Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
GAIKINDO meyakini jumlah tersebut sangat memadai untuk mencukupi seluruh permintaan dalam negeri. Pengoptimalan produksi lokal diprediksi akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi ekosistem dari hulu hingga hilir.
Satu unit mobil melibatkan lebih dari 20.000 komponen serta berbagai bahan baku seperti baja, kaca, hingga plastik. Proses ini melibatkan ribuan perusahaan komponen termasuk Industri Kecil Menengah atau IKM yang menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) berharap pemerintah terus memberikan kesempatan bagi industri lokal untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial demi menjaga keberlanjutan tenaga kerja nasional.