- Impor 35.000 unit mobil pick up Mahindra Scorpio dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih diduga telah tiba di Tanjung Priok.
- DPR sebelumnya meminta penundaan impor mobil India tersebut sampai Presiden Prabowo Subianto selesai kunjungan kerja luar negeri.
- Mahindra Scorpio merupakan mobil 4x4 bermesin 2.200 cc, bertenaga 138 hp, dan sudah memenuhi standar emisi Euro 4.
Suara.com - Impor mobil pick up dari India untuk kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ternyata sudah dilakukan. Terbaru Pick Up Mahindra Scorpio yang rencananya diimpor sebanyak 35.000 unit diduga sudah tiba di pelabuan Tanjung Priok.
Hal ini diketahui dari sejumlah foto yang beredar di sosial media. Di mana mobil impor India tersebut sudah terparkir.
Padahal sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan manut dengan arahan DPR dan pemerintah jika diminta untuk menunda impor mobil dari India.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sejatinya sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih.
Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut dia, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.
Selain itu, dia menilai Presiden juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
"Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," kata Dasco," dikutip Rabu (25/2/2026).
Meski begitu, sebagian mobil pickup yang diimpor dari India itu sudah tiba di Indonesia.
Mahindra Scorpio Pick Up sediri merupakan kendaraan 4x4, tersedia dalam opsi single cabin dan double cabin.
Baca Juga: Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa
Mobil tersebut pakai mesin berkubikasi 2.200 cc, sudah memenuhi standar Euro 4. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga 138 hp dan torsi puncak 320 Nm.