Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:40 WIB
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
Ilustrasi rencana impor 105.000 unit pick-up India dalam bentuk CBU. (Foto: TATA Motors)
baca 10 detik
  • Rencana impor mobil India senilai Rp24,66 triliun berpotensi mengganggu struktur manufaktur otomotif nasional.
  • Gaikindo berharap industri domestik dapat memenuhi kebutuhan tersebut mengingat kapasitas produksi belum termanfaatkan maksimal.
  • Pemenuhan dari produksi lokal akan menciptakan dampak signifikan pada ekosistem otomotif dan menjaga investasi industri.

Suara.com - Rencana impor mobil India untuk operasional Koperasi Merah Putih kini menjadi pusat perhatian industri otomotif nasional. Proyek dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp24,66 triliun tersebut dinilai berpotensi mengganggu struktur manufaktur di dalam negeri.

Di tengah polemik ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyuarakan harapan agar industri nasional mendapatkan kesempatan terlibat. Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika menegaskan bahwa kapasitas produksi pabrik kendaraan di Indonesia saat ini masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan data industri, total kapasitas produksi kendaraan nasional menyentuh angka 2,59 juta unit per tahun. Namun, realisasinya baru mencapai kisaran 1,3 juta unit yang mencakup penjualan domestik sebesar 803.000 unit dan ekspor 518.000 unit.

Putu menjelaskan bahwa masih terdapat ruang produksi yang sangat besar dan belum terutilisasi maksimal.

“Artinya kita masih punya ruang sekitar 1,2 juta unit yang bisa kita produksi kalau pasarnya ada,” ungkap Putu di Jakarta pada Selasa 24 Februari 2026.

Menurut Putu, pemenuhan kebutuhan kendaraan dari industri nasional akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem otomotif dari hulu ke hilir. Ia menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas sekali, besar sekali,” tuturnya.

Ilustrasi Impor Mobil India. (Gemini)
Ilustrasi Impor Mobil India. (Gemini)

Peningkatan permintaan domestik melalui proyek negara diyakini mampu menjaga keberlangsungan tenaga kerja sekaligus menarik investasi baru. Industri kendaraan bermotor sangat bergantung pada dinamika pasar sehingga dukungan domestik menjadi kunci utama.

“Kalau ini didorong, dampaknya pasti akan sangat luar biasa bagi industri kita. Bukan hanya pekerjaan bisa kita pertahankan tetapi investasi di industri ini juga akan terus berkembang,” jelas Putu.

baca juga

Ia berharap industri nasional bisa mengambil peran besar dalam program ini demi kemajuan bangsa.

“Sehingga kami terus berdoa, apalagi di bulan Ramadhan ini, semoga ini memang bisa menjadi bagian pekerjaan kita sehingga kita bisa bersama-sama mendorong kegiatan usaha industri yang memberikan manfaat bagi bangsa ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa

Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:13 WIB

Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026

Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 21:47 WIB

Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun

Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:05 WIB

Terkini

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×