- BYD Atto 1 terbaru kini hadir dengan sensor LiDAR canggih pada bagian atap mobil.
- Dibekali sistem otonom God's Eye B dan chip Nvidia untuk fitur parkir otomatis.
- Performa meningkat dengan jarak tempuh 505 km serta daya motor listrik lebih bertenaga.
Suara.com - Persaingan pasar mobil listrik entry-level di China memanas! Setelah sempat digeser oleh Geely Xingyuan dalam angka penjualan, BYD tampaknya tidak tinggal diam.
Baru-baru ini, sebuah prototipe yang diduga kuat sebagai BYD Atto 1 (dikenal sebagai BYD Seagull di China) tertangkap kamera sedang melakukan pengujian dengan perubahan yang sangat drastis.
Bukan sekadar facelift biasa, BYD Atto 1 terbaru ini terlihat membawa teknologi yang biasanya hanya ada di mobil kelas atas.
Teknologi Mobil Mewah di Hatchback Mungil
Pembaruan yang paling mencolok dari prototipe ini adalah adanya sensor LiDAR yang terpasang kokoh di atap. Penambahan perangkat keras ini bukanlah sekadar aksesori.
Kabarnya, sensor ini akan terhubung langsung dengan sistem otonom God's Eye B milik BYD.
Tak main-main, sistem ini didukung oleh chip Nvidia Drive Orin dengan daya komputasi hingga 254 TOPS. Dengan spesifikasi ini, BYD Atto 1 nantinya akan memiliki kapabilitas fitur otonom canggih, seperti parkir valet otomatis (Automated Valet Parking/AVP) hingga navigasi ekspres di area perkotaan.
Sebagai informasi, teknologi God's Eye B sebelumnya hanya disematkan pada jajaran mobil mewah BYD, seperti sub-brand Denza dan Yangwang.

Performa Ditingkatkan demi Jarak Tempuh 505 KM
Baca Juga: Taruhan Mahal BYD Hadirkan Baterai Generasi Kedua di Tengah Lesunya Pasar Otomotif
Tentu saja, penambahan sensor dan baterai berkapasitas besar akan menambah bobot kendaraan.
Untuk mengimbanginya, BYD dikabarkan akan melakukan peningkatan pada sektor motor listrik. Tenaga motor akan ditingkatkan menjadi 60 kW, naik dari sebelumnya yang hanya 55 kW.
Hasil dari peningkatan ini cukup fantastis, yakni perkiraan jarak tempuh yang mencapai 505 km (standar CLTC).
Angka ini tentu menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik ringkas namun mampu menempuh jarak jauh tanpa sering mengisi daya.
Strategi "Comeback" Lawan Geely
Langkah berani BYD ini disinyalir sebagai upaya keras untuk merebut kembali takhta penjualan di segmen hatchback listrik. Pada Januari 2026, penjualan BYD Seagull (Atto 1) sempat terpaut jauh dari Geely Xingyuan, di mana Geely mencatatkan angka 29.007 unit, sementara BYD berada di angka 5.329 unit.