Suara.com - Mobil listrik semakin populer di Indonesia karena dianggap lebih hemat dan ramah lingkungan. Namun, satu pertanyaan yang hampir selalu muncul sebelum membeli adalah berapa lama umur baterai mobil listrik dan berapa biaya gantinya?
Wajar jika hal ini jadi pertimbangan utama. Pasalnya, baterai adalah komponen paling mahal dalam mobil listrik. Artikel ini akan membahas secara lengkap, agar Anda bisa memahami gambaran biaya jangka panjang sebelum memutuskan membeli.
Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik?
Secara umum, umur baterai mobil listrik tidak sesingkat yang banyak orang kira. Teknologi baterai saat ini sudah jauh lebih canggih.
- Rata-rata umur baterai: 8–15 tahun
- Setara jarak tempuh: sekitar 200.000 km atau lebih
- Siklus pengisian: sekitar 1.500–3.000 kali charge
Itu artinya, dalam penggunaan normal, Anda tidak perlu mengganti baterai dalam 5–10 tahun pertama. Bahkan, banyak produsen mobil listrik memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, yang menunjukkan kepercayaan terhadap daya tahannya.
Apakah Baterai Akan Rusak Total?
Baterai mobil listrik tidak langsung rusak, melainkan mengalami penurunan kapasitas secara bertahap. Setelah sekitar 10 tahun, kapasitas bisa turun ±20%. Sementara itu, setelah banyak siklus charge, performa bisa turun hingga 40%
Namun, mobil tetap bisa digunakan, hanya saja jarak tempuhnya menjadi lebih pendek.
Faktor yang Mempengaruhi Umur Baterai
Tidak semua baterai mobil listrik memiliki usia yang sama. Ada beberapa faktor penting yang memengaruhi:
1. Pola Pengisian Daya
- Terlalu sering menggunakan fast charging bisa mempercepat degradasi
- Mengisi baterai dari 0% ke 100% terlalu sering juga kurang ideal
2. Suhu Lingkungan
Suhu terlalu panas atau dingin bisa mempercepat penurunan kualitas baterai
3. Gaya Berkendara
Akselerasi agresif dan penggunaan berat bisa mempercepat keausan