Cara Cek Kondisi Injektor Mobil Diesel Bekas, Wajib Diperiksa Sebelum Beli

Yasinta Rahmawati

Senin, 27 April 2026 | 13:11 WIB
Cara Cek Kondisi Injektor Mobil Diesel Bekas, Wajib Diperiksa Sebelum Beli
Ilustrasi cara cek kondisi injektor diesel bekas sebelum beli. (Unsplash/Willian Cittadin)

Suara.com - Ketika akan membeli mobil bekas, pengecekan menyeluruh jelas harus dilakukan. Pada mobil diesel misalnya, bagian injektor jadi komponen yang tidak boleh dilewatkan untuk diperiksa. Cara cek kondisi injektor mobil diesel bekas bisa Anda cermati di artikel ini.

Komponen injektor sendiri ada pada mesin mobil diesel modern, yang bertugas untuk menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar. Ketika komponen ini bermasalah, kerja mesin akan terganggu, dan daya dorong yang dijanjikan jelas akan menurun.

Logikanya, mesin memerlukan suplai bahan bakar yang diberikan oleh injektor. Ketika bagian ini bermasalah, jelas pembakaran tidak akan terjadi optimal. Tenaga yang dihasilkan tidak muncul, dan bahkan mesin mobil bisa sulit menyala.

Cara Cek Kondisi Injektor Mobil Diesel

Ada beberapa cara mengecek kondisi injektor mobil diesel bekas. Ketika tanda-tandanya sudah muncul, maka bisa jadi indikasi kuat bahwa injektor dari mobil tersebut sudah memerlukan servis lebih lanjut.

Cara ceknya adalah sebagai berikut.

1. Suara Mesin yang Kasar

Suara mesin kasar bisa jadi salah atu cara mengetahui injektor dalam keadaan tidak baik-baik saja. Suara kasar ini bisa muncul karena injektor yang lemah, sehingga pembakaran tidak sempurna di ruang bakar.

2. Asap Pekat

Ketika emisi gas yang muncul berwarna hitam pekat dan baunya menyengat, hal ini juga bisa jadi indikator injektor yang digunakan sudah  tidak bagus. Pembakaran tidak sempurna, menghasilkan asap yang tebal dan mengandung banyak polutan.

baca juga

3. Mesin 'Pincang'

Jika satu injektor di mobil bermasalah, mesin mobil akan terasa pincang dan tidak seimbang ketiga digas. Hal ini bisa terjadi karena satu silinder mesin tidak memperoleh cukup tenaga karena pasokan solar yang terhambat.

4. Performa Menurun

Mobil yang terasa kurang bertenaga dan akselerasi yang lambat juga bisa jadi tanda bahwa kondisi injektor tidak beres. Hal ini memicu konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena tidak bekerja optimal.

5. Konsumsi BBM Boros

Pembakaran tidak sempurna pada dapur mesin juga bisa terjadi karena injektor lemah. Sistem bahan bakar akan menjadi tidak efektif dan membuat konsumsinya semakin besar tanpa diimbangi performa yang maksimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel

BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel

Otomotif | Sabtu, 25 April 2026 | 14:09 WIB

Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar

Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar

Otomotif | Jum'at, 24 April 2026 | 10:35 WIB

Cumi Darat Tak Lagi Irit, 4 Mobil Diesel Ini Bakal Terdampak Kenaikan Harga Dexlite 2026

Cumi Darat Tak Lagi Irit, 4 Mobil Diesel Ini Bakal Terdampak Kenaikan Harga Dexlite 2026

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 20:39 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Video | Selasa, 15 September 2026 | 20:35 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

×