Suara.com - Taksi Green SM (GSM) tengah menjadi perbincangan hangat publik, pasca tragedi dunia transportasi darat yang belum lama ini terjadi.
Hal itu disebabkan karena adanya dugaan keterlibatan salah satu unit armada kendaraannya yang mengakibatkan kecelakaan beruntun antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal, Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026.
Tragedi tersebut menimbulkan korban jiwa, jumlah sementara sebanyak 14 orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Insiden transportasi darat ini diduga pemicunya ada sebuah taksi Green SM Indonesia yang menemper KRL hingga berakibat pada rangkaian kereta berhenti mendadak.
Dari kronologi yang beredar, posisi KRL yang berhenti tertabrak KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang di belakangnya.
Akibat insiden tersebut, pihak manajemen Green SM Indonesia mengungkapkan kesiapannya untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan mendukung investigasi.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” ungkap pihak manajemen Green SM Indonesia.
Publik penasaran dengan seluk beluk Taksi Green SM yang diduga terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalur Perlintasan Langsung, Stasiun Bekasi Timur.
Termasuk, siapa pemilik moda transportasi umum tersebut.
Tentang Taksi Green SM
Green SM merupakan brand pertama layanan pemesanan kendaraan ramah lingkungan berupa mobil listrik di Vietnam.
Saat ini, mulai melebarkan sayap dengan membuka market internasional serta memberikan pengalaman berkendara berbeda dengan peluncuran layanan taksi yang sesuai standar Green SM.
Layanan Green SM sendiri seluruhnya menggunakan mobil listrik VinFast, yang mana merupakan opsi taksi tanpa ada aroma bensin sama sekali, mesin tidak bising. Sehingga berdampak positif bagi lingkungan maupun kesehatan pelanggan.
Pihak perusahaan telah berkomitmen penuh untuk menyediakan tim terlatih serta supir profesional, yang mana harus mengikuti panduan dengan dedikasi tinggi.
Taksi Green SM juga mempunyai komitmen penuh untuk memberikan layanan berbintang 5 pada setiap pengguna.
Pemilik Taksi Green SM
Taksi Green SM saat ini tengah viral diduga adanya keterlibatan pada salah satu armadanya hingga mengakibatkan kecelakaan beruntun KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL.

Owner taksi yang punya klaim sebagai tipe kendaraan umum ramah lingkungan serta layanan bintang 5 ini tidak luput jadi perhatian publik.
Melansir informasi dari laman resmi Green SM, taksi GSM merupakan perusahaan taksi listrik asal Vietnam milik Pham Nhat Vurong, pendiri sekaligus Ketua Konglomerasi paling besar dan populer di Vietnam, Vingroup.
Green SM (GSM) beroperasi di bawah naungan Green and Smart Mobility JSC, di mana Vurong mempunyai 95 persen saham. Sekarang ekspansi ke Indonesia menggunakan armada Vinfast.
Green SM didirikan pada bulan Maret 2023 sebagai operator taksi pertama yang 100 persen memakai kendaraan listrik atau VinFast.
Pham Thu Hong memegang peranan penting sebagai ketua Dewan Direksi di GSM.
Taksi tersebut hadir di Indonesia sejak tahun 2024 dengan tujuan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik lebih ramah lingkungan.
Secara singkat, GSM didirikan dan diberikan pendanaan langsung oleh pimpinan Vingroup, Pham Nhat Vurong untuk mengoperasikan taksi listrik VinFast di Vietnam maupun Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Visi Taksi Green SM
Green SM bukan hanya mengutamakan cara kerja maksimal, tapi juga mengedepankan visi yang jelas untuk kelangsungan pelayanan berkualitas taksi ramah lingkungan.
Berikut visinya dilansir dari laman GSM:
- Pertumbuhan global yang fokus pada pengembangan secara global.
- Fokus hasil atau lebih mengutamakan hasil.
- Pelayanan bintang 5 yang berpegangan pada pelayanan unggul.
- Interaksi enerjik yang memberikan hubungan baik pada semua pihak.
Kontributor : Damayanti Kahyangan