- Pada 2026, mobil diesel lawas kembali diminati karena mesinnya lebih tangguh menggunakan Biosolar bersubsidi dibanding mesin modern.
- Pilihan kendaraan mencakup Toyota Kijang Kapsul, Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Toyota Kijang Innova, dan Chevrolet Spin Diesel.
- Penggunaan mesin injeksi mekanis pada model tersebut memberikan keuntungan biaya operasional rendah di tengah harga BBM mahal.
3. Mitsubishi Kuda Diesel (1998–2005) – Pilihan Underrated yang Tangguh dan Murah

Mitsubishi Kuda sering kali menjadi opsi yang terabaikan, namun justru menyimpan potensi besar di era mahalnya solar non-subsidi. Mesin 2.5L diesel-nya memiliki toleransi tinggi terhadap Biosolar dan tetap layak untuk penggunaan harian.
Yang paling menarik, harga bekas Kuda adalah yang paling terjangkau di antara ketiga legenda ini, bisa didapat mulai Rp50 jutaan untuk tahun produksi 2003-2004. Suspensinya lebih rigid dibanding Panther, namun memberikan stabilitas lebih baik di kecepatan tinggi.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp50–65 juta
- Mesin 2.5L Diesel (4D56)
- Konsumsi BBM 10–12 km/liter (dalam kota)
- Pajak Tahunan Estimasi ~Rp1,4–1,7 juta
(+) Harga beli paling terjangkau di antara para kompetitor; mesin simpel dan tahan banting; performa cukup kuat di jalan menanjak maupun dataran tinggi.
(-) Beberapa penyakit umum seperti potensi overheat dan RPM tidak stabil saat AC menyala wajib diantisipasi; injector rawan kotor jika jarang servis; suspensi terasa lebih keras dibanding Kijang.
4. Toyota Kijang Innova Diesel (KD Series, hingga 2014) – Transisi Modern yang Masih Bersahabat

Bagi yang menginginkan sensasi berkendara lebih modern namun tetap ingin menikmati harga Biosolar, Toyota Kijang Innova bermesin KD (hingga tahun 2014) adalah pilihan paling logis.
Ini adalah generasi transisi sebelum Innova beralih ke mesin common rail seri GD yang jauh lebih sensitif. Kabin yang lebih senyap, AC yang lebih dingin, dan fitur keselamatan yang lebih lengkap dibanding Kijang Kapsul menjadi daya tarik utama.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp80–130 juta
- Mesin 2.5L Diesel (2KD-FTV)
- Konsumsi BBM 10–13 km/liter (dalam kota)
- Pajak Tahunan Estimasi ~Rp2,0–2,8 juta
(+) Kenyamanan kabin setara MPV modern; fitur keselamatan lebih lengkap (dual airbag, ABS); mesin lebih halus dan bertenaga dibanding diesel lawas non-turbo.
(-) Harga beli lebih tinggi; pajak tahunan melonjak dibanding Kijang Kapsul; beberapa komponen elektronik mulai kompleks dan butuh penanganan bengkel spesialis.
5. Chevrolet Spin Diesel (2014–2018) – Kejutan Modern Bertenaga 1.3 Liter

Siapa bilang mobil diesel yang aman pakai Biosolar harus model lawas? Chevrolet Spin Diesel membuktikan bahwa mesin 1.3 liter Multijet-nya yang modern masih cukup toleran. Meski demikian, karakter Biosolar yang lebih "kotor" menuntut penggantian filter solar lebih sering, idealnya setiap 10.000 km.
Mobil ini menawarkan konfigurasi 7 penumpang dalam bodi yang kompak, cocok untuk keluarga muda yang ingin beralih dari bensin ke diesel tanpa mengorbankan kenyamanan dan fitur modern.
Aspek Detail
- Harga Bekas Rata-rata Rp60–100 juta
- Mesin 1.3L Diesel Multijet
- Konsumsi BBM 14–18 km/liter (dalam kota)
- Pajak Tahunan Estimasi ~Rp1,8–2,5 juta
(+) Mesin kecil namun torsi cukup untuk pemakaian dalam kota; konsumsi BBM paling irit di daftar ini; bodi kompak mudah parkir dengan kapasitas 7 penumpang.
(-) Komunitas pengguna lebih kecil dibanding Kijang atau Panther; ketersediaan suku cadang spesifik Chevrolet bisa jadi tantangan di kota kecil; penggantian filter solar wajib dipercepat dari jadwal normal.