- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang mematangkan skema insentif pajak kendaraan listrik berbasis baterai nikel di Indonesia.
- Pemerintah berencana memberikan subsidi PPN berbeda untuk mendorong penggunaan baterai nikel dibandingkan teknologi baterai jenis lainnya.
- Sejumlah mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5, Kona Electric, dan Toyota bZ4X telah menggunakan teknologi baterai tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pemerintah saat ini sedang mematangkan skema baru insentif kendaraan listrik. Menariknya, mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel disebut berpeluang mendapat subsidi lebih besar dibanding teknologi baterai lainnya.
Menurut Purbaya, salah satu skema yang tengah dikaji adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah dengan besaran berbeda sesuai teknologi baterai yang digunakan.
“PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya,” ujarnya dikutip Jumat (8 Mei 2026).
“Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Kenapa saya pakai nikel yang besar subsidinya karena supaya baterai kita kepakai,” katanya.
Dengan adanya rencana tersebut, menarik melihat model mobil listrik apa saja yang saat ini sudah menggunakan baterai berbasis nikel dan diproduksi di Indonesia :
Hyundai Ioniq 5 menjadi salah satu mobil listrik yang sudah dirakit secara lokal di Indonesia dan menggunakan baterai berbasis nikel.

Mobil ini mengusung baterai Lithium-ion Polymer dengan kapasitas 58 kWh untuk varian Standard Range. Sementara varian Long Range hingga versi N dibekali baterai berkapasitas 72,6 kWh hingga 84 kWh.
Hyundai Kona Electric
Berikutnya ada Hyundai Kona Electric yang menggunakan baterai Lithium-ion Nickel Manganese Cobalt (NMC). Baterai tersebut tersedia dalam kapasitas 48,9 kWh untuk varian Standard Range dan 66 kWh pada varian Long Range.
![Harga Hyundai Kona Electric di Indonesia mulai Rp 500 jutaan. [Dok HMID]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/03/13040-hyundai-kona-electric.jpg)
Menariknya, baterai itu diproduksi di dalam negeri oleh PT HLI Green Power (perusahaan patungan antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution). Proses produksinya dilakukan di Cikarang, Jawa Barat, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai 80 persen.
Model lainnya adalah Toyota bZ4X yang belum lama ini mulai diproduksi di Indonesia.
SUV listrik milik Toyota ini dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas 71,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 500-525 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.
![All-New Toyota bZ4X All-New bZ4X menjadi produk Battery EV (BEV) Toyota perdana di Indonesia [PT Toyota-Astra Motor].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/10/70614-all-new-toyota-bz4x-pt-tam-suaradotcom-01.jpg)
Mobil ini juga sudah mendukung fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 0 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.