- Hyundai Grand Avega, Kia Rio, dan Hyundai i20 menjadi pilihan mobil hatchback bekas populer dengan harga bersaing.
- Ketiga mobil tersebut memiliki perbedaan spesifikasi mesin serta efisiensi bahan bakar untuk mendukung kebutuhan penggunaan harian pengguna.
- Harga jual dan biaya pajak tahunan ketiga model tersebut bervariasi sesuai tahun produksi serta kondisi kendaraan masing-masing.
Suara.com - Mencari mobil hatchback bekas yang stylish tapi tetap ramah di kantong sering kali membawa calon pembeli pada tiga pilihan menarik asal Korea Selatan: Hyundai Grand Avega, Kia Rio, dan Hyundai i20.
Ketiganya menawarkan alternatif segar bagi Anda yang bosan dengan dominasi brand Jepang, namun tetap menginginkan kabin yang fungsional dan desain yang tidak lekang oleh waktu.
Menariknya, harga bekas ketiga mobil ini sering kali berhimpitan di pasar mobil bekas, sehingga membuat banyak orang bimbang.
Apakah harus memilih Grand Avega yang dikenal seimbang, Kia Rio yang berjiwa muda, atau Hyundai i20 yang membawa cita rasa Eropa?
Mari kita bedah perbandingannya agar Anda tidak salah pilih saat datang ke showroom mobil bekas.
Performa Mesin dan Efisiensi Bahan Bakar

Jika bicara soal dapur pacu, Hyundai Grand Avega dan Kia Rio bersaing ketat dengan mesin 1.4L 4-silinder.
Grand Avega mampu menghasilkan tenaga 107-108 hp dengan torsi 130-138 Nm, sementara Kia Rio berada di angka 98-107 hp dengan torsi 133-136 Nm.
Keduanya menawarkan karakter mesin yang responsif untuk penggunaan harian. Soal konsumsi BBM, Grand Avega cukup impresif dengan catatan 12–13 km/liter di dalam kota dan bisa menyentuh 15–20 km/liter untuk rute luar kota.
Kia Rio sendiri memiliki estimasi konsumsi bahan bakar kombinasi di angka 12–16 km/liter.
Di sisi lain, Hyundai i20 yang beredar di pasar Indonesia (terutama tahun 2016-2017) biasanya mengandalkan mesin 1.2L atau 1.4L dengan tenaga berkisar 84-100 PS.
Meskipun tenaganya sedikit di bawah Grand Avega, i20 menawarkan efisiensi bahan bakar kombinasi yang stabil di angka 10-16 km/liter.
Bagi Anda yang mengutamakan performa mesin yang sedikit lebih bertenaga untuk manuver cepat, duet mesin 1.4L dari Grand Avega atau Rio mungkin lebih menggoda.
Perbandingan Harga dan Beban Pajak Tahunan

Urusan budget biasanya menjadi penentu akhir. Hyundai Grand Avega keluaran 2011-2015 dibanderol mulai dari Rp 90 juta hingga Rp 110 juta, tergantung kondisi dan tahun produksinya
Kia Rio memiliki rentang harga yang jauh lebih lebar karena masa produksinya yang panjang (2012-2019), yakni mulai dari Rp 70 juta untuk unit tahun awal hingga mencapai Rp 170 jutaan untuk model yang lebih muda.
Sedangkan Hyundai i20 tahun 2016-2017 dipasarkan dengan harga yang lebih premium, yakni berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 130 jutaan.
Bagaimana dengan pajaknya? Pajak tahunan Grand Avega dan Kia Rio relatif setara di angka Rp 1 juta hingga Rp 2,1 juta per tahun.
Sementara itu, karena tahun produksinya yang lebih muda, Hyundai i20 memiliki estimasi pajak yang sedikit lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp 1,8 juta hingga Rp 2,2 juta per tahun. Selisih pajak ini tentu perlu Anda pertimbangkan dalam pos biaya operasional tahunan.
Kesimpulan: Mending Mana?

Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan dan profil Anda sebagai pengguna. Jika Anda mencari keseimbangan antara harga bekas yang bersahabat, kabin lega, dan efisiensi BBM yang sangat baik, Hyundai Grand Avega adalah pilihan yang paling masuk akal.
Namun, bagi anak muda atau mahasiswa yang mengutamakan tampilan sporty dengan interior yang lebih modern, Kia Rio sulit untuk dikalahkan di kelasnya.
Sementara itu, bagi Anda yang memiliki budget lebih dan menginginkan hatchback dengan desain modern ala mobil Eropa serta tahun produksi yang lebih muda, Hyundai i20 adalah alternatif yang sangat menarik.
Pastikan sebelum transaksi, Anda melakukan pengecekan fisik menyeluruh dan memastikan riwayat servis kendaraan agar mendapatkan unit yang benar-benar sehat.