- PLN targetkan ekspansi SPKLU hingga ke pelosok Yogyakarta, termasuk Kulon Progo dan Sedayu.
- Ada 32 unit SPKLU PLN dan 73 mesin pengisian daya swasta di wilayah Jogja.
- Tren home charging makin diminati, terbukti dari 750 fasilitas terpasang di garasi warga DIY.
Suara.com - Kekhawatiran kehabisan daya baterai di tengah jalan, atau yang sering disebut range anxiety, kerap menjadi alasan utama masyarakat menunda beralih ke mobil listrik.
Namun, bagi warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ketakutan tersebut rasanya sudah tidak lagi relevan.
Infrastruktur kendaraan listrik di wilayah Jogja dan sekitarnya kini tumbuh pesat. PT PLN (Persero) secara agresif terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi mulai merambah ke wilayah kabupaten.
Ekspansi Jaringan Hingga ke Pelosok
Demi menjamin kenyamanan mobilitas pengguna EV, penambahan titik lokasi pengisian daya menjadi fokus utama tahun ini.
"Ke depan PLN terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan SPKLU. Sampai ujung gitu ya, tidak hanya di kota, tapi tersebar di seluruh wilayah di Yogyakarta," ujar Deny Setiawan, Senior Manager UID Yogyakarta saat ditemui Suara.com di acara Indomobil Expo.
Beberapa titik strategis sudah masuk dalam radar penambahan fasilitas charging station terbaru. Penempatan ini diharapkan dapat mengakomodasi mobilitas warga lokal maupun wisatawan yang membawa kendaraan listrik.
"Target tahun ini yang kami rencanakan untuk kemitraan itu... kami tambah di Hotel Ambarrukmo ya, kemudian ada di Sedayu, kemudian ada lagi nanti di Kulon Progo. Kemudian di kantor PLN Sleman," tambahnya.

Ratusan Titik Pengecasan Telah Tersedia
Bahkan sebelum target penambahan tersebut direalisasikan, ekosistem kendaraan listrik di DIY sebenarnya sudah sangat memadai. Saat ini, kolaborasi antara PLN dan pihak swasta telah menghasilkan puluhan fasilitas pengisian daya cepat.
"Kami di wilayah Jogja, itu punya sebanyak 32 unit mesin SPKLU yang tersebar di 20 titik lokasi. Adapun ada beberapa SPKLU yang dikelola oleh swasta, itu kurang lebih sekitar 73 unit," paparnya.
Tren Home Charging Makin Diminati
Menariknya, selain mengandalkan fasilitas publik, para pemilik mobil listrik di Jogja tampaknya lebih menyukai kepraktisan mengisi daya di garasi rumah sendiri. Fleksibilitas ini membuat mobil selalu dalam keadaan penuh setiap pagi sebelum beraktivitas.
Berdasarkan data di lapangan, tren pemasangan fasilitas pengisian daya rumahan menunjukkan angka yang signifikan.
"Untuk home charging, itu menurut data kami sekitar 750-an home charging yang tersebar di provinsi DIY," tutupnya.