- Pemerintah Jepang meningkatkan insentif pembelian kendaraan listrik hingga 1,3 juta yen pada awal tahun 2026.
- Toyota mencatat lonjakan penjualan signifikan sebanyak 7.241 unit dan berhasil melampaui capaian rivalnya, yaitu BYD.
- Kebijakan subsidi baterai domestik akan memperlebar kesenjangan penjualan antara Toyota dan BYD di pasar Jepang.
Suara.com - Toyota Motor Corporation mulai menunjukkan dominasinya di pasar mobil listrik Jepang setelah pemerintah setempat memperbesar insentif pembelian kendaraan listrik di awal 2026.
Kebijakan tersebut membuat penjualan mobil listrik Toyota melonjak tajam dan kini berhasil melampaui rival asal China yaitu BYD.
Mengutip laporan Nikkei Asia, Jepang mencatat salah satu kuartal terbaik untuk penjualan mobil listrik sepanjang Januari hingga Maret 2026. Total penjualan EV di negeri Sakura itu mencapai 26.959 unit atau naik 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di tengah lonjakan pasar tersebut, Toyota tampil paling menonjol. Penjualan mobil listrik Toyota pada kuartal pertama 2026 mencapai 7.241 unit atau melonjak sekitar 3.300 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 212 unit.
Sementara, BYD hanya mencatat pertumbuhan sekitar 16 persen dengan penjualan sekitar 5.100 unit pada periode yang sama.
Lonjakan Toyota disebut tak lepas dari kebijakan baru pemerintah Jepang yang memperbesar subsidi kendaraan listrik hingga 1,3 juta yen atau sekitar Rp143 jutaan per unit. Model Toyota bZ4X menjadi salah satu yang mendapat insentif maksimal sehingga harga jualnya turun ke kisaran 3,5 juta yen atau sekitar Rp387 jutaan.
Sementara, model-model EV milik BYD hanya memperoleh subsidi sekitar 350 ribu hingga 450 ribu yen atau setara Rp38,7 juta sampai Rp49,7 juta. Artinya selisih insentif antara BYD dan Toyota hampir mencapai 950 ribu yen atau sekitar Rp105 jutaan per mobil.
Tak berhenti di situ, mulai April 2026 Pemerintah Jepang disebut akan memberi insentif lebih besar untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai yang diproduksi di dalam negeri.
Dengan demikian, kebijakan itu diperkirakan akan semakin memperlebar jarak antara Toyota dan BYD di pasar domestik Jepang.